kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.640.000   5.000   0,19%
  • USD/IDR 17.954   43,00   0,24%
  • IDX 6.309   -25,18   -0,40%
  • KOMPAS100 828   -7,35   -0,88%
  • LQ45 626   -6,28   -0,99%
  • ISSI 218   0,50   0,23%
  • IDX30 352   -4,08   -1,15%
  • IDXHIDIV20 435   -6,51   -1,48%
  • IDX80 95   -0,67   -0,70%
  • IDXV30 118   -0,41   -0,35%
  • IDXQ30 113   -1,62   -1,42%

Proyek Logistik Jadi Katalis, Ini Rekomendasi Saham Bukit Asam (PTBA)


Kamis, 23 Juli 2026 / 14:47 WIB
Proyek Logistik Jadi Katalis, Ini Rekomendasi Saham Bukit Asam (PTBA)
ILUSTRASI. Batubara Bukit Asam (Dok/PTBA)


Reporter: Vatrischa Putri Nur | Editor: Khomarul Hidayat

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Prospek kinerja PT Bukit Asam (Persero) Tbk (PTBA) diprediksi masih positif hingga akhir 2026. Pertumbuhan kinerja emiten tambang batubara ini diperkirakan lebih banyak ditopang peningkatan volume penjualan dibandingkan kenaikan average selling price (ASP) batubara. 

Senior Equity Research Analyst Kiwoom Sekuritas Indonesia Sukarno Alatas mengatakan, salah satu katalis utama PTBA berasal dari peningkatan kapasitas logistik, terutama melalui operasional jalur kereta api Tanjung Enim-Keramasan yang ditargetkan mulai beroperasi secara komersial atau commercial operation date (COD) pada semester II-2026. 

Diketahui, Kementerian ESDM telah menyetujui total kuota produksi Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) batubara nasional sebesar 600 juta ton lebih untuk tahun 2026. Adapun tercatat realisasi produksi batu bara sepanjang Januari-Juni 2026 telah mencapai 367,06 juta ton atau sekitar 61,18% dari total kuota.

“Apabila diikuti relaksasi kuota RKAB, PTBA berpeluang mencatat volume penjualan yang lebih tinggi dan menjaga profitabilitas melalui efisiensi biaya," ujar Sukarno kepada Kontan, Rabu (22/7/2026).

Baca Juga: Pemerintah Minta Pasokan Batubara PLN Ditambah, Begini Prospek Emiten Sektor Batubara

Selain itu, pengembangan bisnis hilirisasi juga berpotensi mendukung pertumbuhan PTBA dalam jangka panjang. Peningkatan kapasitas angkut melalui jalur kereta Tanjung Enim-Keramasan diharapkan dapat memperkuat kemampuan perseroan dalam mengevakuasi batu bara dan mendorong pertumbuhan volume penjualan. 

Meski demikian, Sukarno mengingatkan sejumlah risiko yang perlu dicermati investor. Pelemahan harga batubara, perlambatan permintaan dari China dan India, serta kebijakan transisi energi global dapat menjadi sentimen negatif bagi kinerja PTBA.

Selain itu, potensi perubahan regulasi terkait kewajiban pasokan domestik atau domestic market obligation (DMO) dan royalti juga menjadi risiko yang dapat memengaruhi fundamental emiten batubara tersebut.

"Dalam jangka pendek, progres proyek logistik masih menjadi katalis fundamental yang paling dicermati pasar," jelas Sukarno.

Adapun sepanjang kuartal I-2026, Bukit Asam (PTBA) membukukan pendapatan Rp 9,92 triliun. Nyaris sama dengan periode yang sama tahun 2025 sebesar Rp 9,95 triliun.

Namun, PTBA membukukan laba bersih yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk Rp 801,79 miliar di tiga bulan pertama tahun ini. Naik drastis dari Rp 391,47 miliar pada kuartal I-2026.

Baca Juga: Emiten Batubara Berlomba-lomba Diversifikasi Sektor Energi Hijau

Dengan prospek operasional yang masih solid dan dukungan peningkatan volume penjualan, Kiwoom Sekuritas mempertahankan rekomendasi buy untuk saham PTBA.

 Sukarno menetapkan target harga saham PTBA sebesar Rp 3.260 per saham  untuk 12 bulan ke depan.

“Pergerakan saham selanjutnya akan sangat bergantung pada tren harga batu bara global dan realisasi peningkatan volume penjualan,” imbuhnya. 

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Analisis Untukmu

Berita ini artinya apa buat kamu?

Video Terkait



TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
Legacy Data-Driven Forecasting: Prediksi Penjualan Lebih Akurat, Keputusan Bisnis Lebih Tepat

[X]
×