Reporter: Adi Wikanto | Editor: Adi Wikanto
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Direktur PT Aman Agrindo Tbk (GULA), Andreas Utomo memborong jutaan saham di perusahaan yang berbasis di Semarang ini. Pembelian berlangsung di tengah harga saham GULA yang terus naik.
Berdasarkan laporan perubahan kepemilikan saham yang disampaikan pada 22 Juli 2026, Andreas Utomo meningkatkan kepemilikan sahamnya di perseroan melalui pembelian sebanyak 15.710.000 saham pada 20 Juli 2026. Nilai transaksi tersebut diperkirakan mencapai Rp 4,12 miliar.
Andreas membeli saham GULA dengan harga Rp 262 per lembar. Setelah transaksi dilakukan, total kepemilikan sahamnya meningkat menjadi 45.270.000 saham atau setara 4,23% dari total saham yang ditempatkan dan disetor penuh perseroan.
Sebelum transaksi tersebut, Andreas Utomo tercatat memiliki 29.560.000 saham atau sekitar 2,76% kepemilikan.
Pembelian saham dilakukan melalui mekanisme repurchase agreement (repo) atau kepemilikan tidak langsung. Tujuan transaksi disebutkan untuk investasi jangka panjang.
Baca Juga: Komisaris Borong Jutaan Saham Tambang Emas, Tren Kenaikan Harga Malah Terhenti
Penggunaan mekanisme repo memungkinkan transaksi dilakukan secara tidak langsung dengan tetap memberikan fleksibilitas dalam pengelolaan investasi. Meski demikian, transaksi tersebut tetap dilaporkan sesuai ketentuan keterbukaan informasi yang berlaku.
Dengan tambahan kepemilikan tersebut, posisi Andreas Utomo sebagai pemegang saham pengendali tetap tidak berubah. Selain kepemilikan langsung, pengendalian juga dilakukan melalui struktur kepemilikan tidak langsung pada entitas afiliasi sehingga hak suara efektif masih berada di bawah kendalinya.
Laporan perubahan kepemilikan saham juga menunjukkan bahwa transaksi telah disampaikan sesuai dengan ketentuan transparansi kepemilikan saham yang diatur dalam regulasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
Di sisi lain, saham GULA bergerak menguat pada perdagangan Rabu (22/7/2026). Harga saham GULA ditutup stagnan di Rp 740. Namun selama sebulan terakhir, harga saham GULA naik 120 poin atau 19,35%. Sejak awal tahun 2026, harga saham tersebut terakumulasi meningkat 278 poin atau 182,44%.
Aksi pembelian saham oleh direksi kerap menjadi perhatian investor karena dipandang sebagai salah satu indikator keyakinan manajemen terhadap prospek bisnis perusahaan dalam jangka panjang. Kendati demikian, investor tetap perlu mempertimbangkan kondisi fundamental emiten dan profil risiko investasi sebelum mengambil keputusan investasi.
Tonton: Kerajaan Penipuan Online Gasak Rp2 053 Triliun, Asia Tenggara Jadi Markas
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













![[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI](https://fs-media.kontan.co.id/kstore/upload/brand_images/brand_images_24062609492500.jpg)
