kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.635.000   3.000   0,11%
  • USD/IDR 17.911   0,00   0,00%
  • IDX 6.334   -5,54   -0,09%
  • KOMPAS100 835   -3,80   -0,45%
  • LQ45 633   -4,09   -0,64%
  • ISSI 218   -0,18   -0,08%
  • IDX30 356   -2,06   -0,58%
  • IDXHIDIV20 441   -2,49   -0,56%
  • IDX80 95   -0,52   -0,54%
  • IDXV30 119   0,04   0,03%
  • IDXQ30 114   -0,74   -0,65%

Datangkan Autoclave, Vale Indonesia (INCO) Siap Percepat Pembangunan Smelter HPAL


Kamis, 23 Juli 2026 / 07:27 WIB
Datangkan Autoclave, Vale Indonesia (INCO) Siap Percepat Pembangunan Smelter HPAL
ILUSTRASI. Proyek Indonesia Growth Project (IGP) Morowali PT Vale Indonesia Tbk (KONTAN/Muradi)


Reporter: Dimas Andi | Editor: Herlina Kartika Dewi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Vale Indonesia Tbk (INCO), anggota Mining Industry Indonesia (MIND ID) bersama mitranya GEM Co. Ltd., dan Ecopro mendatangkan autoclave, peralatan utama untuk proyek High Pressure Acid Leaching (HPAL) di Sambalagi, Bungku Pesisir, Morowali, Sulawesi Tengah pada Rabu (22/7/2026). 

Momentum ini menandai kemajuan signifikan dalam pembangunan fasilitas pengolahan nikel berkarbon rendah yang menjadi bagian dari Indonesia Growth Project (IGP) Morowali.

Sebagai Proyek Strategis Nasional (PSN), Proyek HPAL Sambalagi menjadi bagian penting dari agenda pemerintah dalam mempercepat hilirisasi nikel dan pengembangan ekosistem kendaraan listrik nasional. Status tersebut ditetapkan melalui Permenko Perekonomian No. 9 Tahun 2022 dan No. 21 Tahun 2022 yang menetapkan mega-proyek integrasi tambang PT Vale Indonesia di Blok Bahodopi dan fasilitas pengolahan nikel sebagai PSN. 

Proyek HPAL yang terintegrasi dengan tambang Blok Bahodopi ini dikembangkan melalui PT Bahodopi Nickel Smelting Indonesia (BNSI), perusahaan patungan antara INCO, GEM Co., Ltd., dan EcoPro.

Baca Juga: Pasar Cermati Kebijakan Moneter The Fed, Begini Proyeksi Rupiah Kamis (23/7/2026)

Berlokasi di kawasan Indonesia Green Industrial Park (IGIP), Morowali, Sulawesi Tengah, proyek ini dirancang untuk mendukung pengembangan industri hilir nikel yang berdaya saing global sekaligus mendukung transisi menuju ekonomi rendah karbon.

Kedatangan autoclave merupakan capaian strategis dalam tahapan konstruksi proyek. Sebagai peralatan utama dalam teknologi HPAL, autoclave berperan sebagai inti proses pengolahan bijih limonit melalui kombinasi suhu tinggi, tekanan tinggi, dan asam sulfat untuk mengekstraksi nikel dan kobalt secara efisien.

Hasil pengolahan tersebut berupa Mixed Hydroxide Precipitate (MHP), material antara yang menjadi bahan baku penting dalam rantai pasok industri baterai kendaraan listrik.

Fasilitas HPAL Sambalagi dirancang memiliki kapasitas produksi sekitar 90.000 ton kandungan nikel per tahun dalam bentuk MHP, dengan pasokan bahan baku sekitar 10,4 juta ton bijih limonit per tahun yang berasal dari area pertambangan INCO di Bahodopi. Pabrik dibangun dalam tiga jalur produksi (Line A, B, dan C) sebagai bagian dari pengembangan fasilitas yang ditargetkan mencapai first mechanical completion pada akhir 2026.

Presiden Direktur & Chief Executive Officer Vale Indonesia Bernardus Irmanto mengatakan, kedatangan autoclave menjadi simbol kemajuan nyata proyek sekaligus mempertegas komitmen perusahaan dalam menghadirkan hilirisasi mineral yang berkelanjutan.

Dia menilai, sebagai jantung dari proses HPAL, autoclave akan memungkinkan pengolahan bijih limonit menjadi produk bernilai tambah tinggi yang mendukung rantai pasok global kendaraan listrik.

“Momentum ini mencerminkan komitmen Vale Indonesia bersama para mitra untuk menghadirkan industri pengolahan nikel yang berdaya saing, mengedepankan prinsip keberlanjutan, keselamatan kerja, serta memberikan manfaat jangka panjang bagi Indonesia dan masyarakat di sekitar wilayah operasi," tuturnya dalam keterangan resmi, Rabu (22/7/2026).

Sebagai bagian dari komitmen terhadap operasi yang lebih berkelanjutan, Proyek HPAL Sambalagi juga mengintegrasikan berbagai solusi rendah karbon dalam desain fasilitasnya. Kebutuhan listrik operasional akan didukung oleh Waste Heat Recovery Power Generation (WHRPG) yang memanfaatkan panas sisa proses produksi untuk menghasilkan listrik secara lebih efisien. 

Baca Juga: Harga Terus Naik, Direktur Utama Tetap Berani Borong Jutaan Saham Ini

Selain itu, pengembangan pembangkit listrik tenaga surya juga direncanakan sebagai bagian dari upaya meningkatkan pemanfaatan energi bersih di kawasan industri.

Di samping membangun fasilitas pengolahan, proyek ini turut mengembangkan infrastruktur pendukung seperti dermaga logistik, fasilitas utilitas, kawasan hunian pekerja, serta berbagai fasilitas sosial yang akan menunjang operasional jangka panjang.

Sementara itu, Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), Rosan Perkasa Roeslani, menegaskan bahwa pembangunan HPAL Sambalagi mencerminkan arah baru hilirisasi Indonesia yang tidak hanya berorientasi pada peningkatan nilai tambah mineral, tetapi juga menetapkan standar baru dalam kolaborasi internasional, keberlanjutan, dan pembangunan yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

“HPAL Sambalagi hari ini menempatkan standar baru, bukan sekadar mengikuti standar yang sudah ada. Proyek ini adalah bukti nyata bahwa kolaborasi lintas negara antara Indonesia, Korea Selatan, dan Tiongkok dapat berjalan selaras dengan kepentingan nasional kita, yaitu membangun kedaulatan sumber daya, membuka lapangan kerja, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” ujar Rosan.

Menurut Rosan, kedatangan autoclave merupakan simbol dari perjalanan yang lebih besar. Bukan hanya pembangunan sebuah fasilitas industri, tetapi langkah nyata dalam membangun ekosistem hilirisasi yang terintegrasi dan berkelanjutan untuk memperkuat daya saing Indonesia pada masa depan.

Rosan juga mengapresiasi pengembangan kawasan yang tidak hanya berfokus pada pembangunan fasilitas industri, tetapi turut menyediakan berbagai fasilitas penunjang seperti sarana olahraga, ruang rekreasi, dan fasilitas sosial lainnya yang dapat memberikan manfaat bagi masyarakat sekitar. Menurutnya, pendekatan tersebut mencerminkan pembangunan kawasan industri yang inklusif dan berorientasi pada peningkatan kualitas hidup.

Lebih lanjut, ia menilai komitmen INCO bersama para mitra dalam mengembangkan kawasan industri rendah karbon sejalan dengan agenda Pemerintah Indonesia untuk mencapai Net Zero Emissions, sehingga pembangunan yang dilakukan hari ini tidak hanya memberikan manfaat ekonomi, melainkan juga menjaga keberlanjutan lingkungan bagi generasi mendatang.

Kedatangan autoclave ini menjadi fondasi penting menuju tahapan pemasangan peralatan utama, commissioning, hingga operasional fasilitas HPAL Sambalagi. Melalui proyek ini, INCO bersama mitranya melalui BNSI terus memperkuat perannya dalam mendukung agenda hilirisasi nasional, meningkatkan nilai tambah sumber daya mineral Indonesia, sekaligus memperkokoh posisi Indonesia sebagai pemain strategis dalam rantai pasok global industri baterai dan transisi energi.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Strategi Implementasi PP 20 tahun 2026 (PPh Final UMKM) dan Mitigasi Risiko SP2DK

[X]
×