Reporter: Vatrischa Putri Nur | Editor: Avanty Nurdiana
KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Nilai tukar rupiah kembali berada dalam tekanan seiring meningkatnya sentimen global, terutama dari eskalasi konflik di kawasan Timur Tengah. Rupiah di pasar spot kembali melemah dan catat rekor terburuk pada hari ini.
Selasa (31/3/2026), rupiah spot ditutup di level Rp 17.041 per dolar Amerika Serikat (AS). Ini membuat rupiah melemah 0,23% dibanding penutupan hari sebelumnya yang berada di Rp 17.002 per dolar AS.
Sejalan dengan itu, berdasarkan kurs Jisdor Bank Indonesia (BI), rupiah juga melemah 0,035% secara harian ke Rp 16.999 per dolar AS, dari sebelumnya Rp 16.993.
Baca Juga: Harga Emas Mulai Pulih, Analis Sarankan Akumulasi Bertahap di Tengah Volatilitas
Chief Analyst Doo Financial Futures Lukman Leong berpandangan, pelemahan rupiah yang terjadi saat ini tidak berdiri sendiri, melainkan juga dialami oleh mayoritas mata uang di kawasan Asia.
Hal ini dipicu kekhawatiran investor terhadap potensi meluasnya konflik yang dapat memperburuk kondisi ekonomi negara-negara di Asia.
“Kekhawatiran eskalasi perang di Timur Tengah akan semakin memperburuk keadaan negara-negara di Asia yang telah berada pada posisi sulit oleh pasokan minyak yang ketat,” ucap Lukman kepada Kontan, Selasa (31/3/2026).
Menurutnya, lonjakan risiko geopolitik berpotensi mendorong kenaikan harga energi global, yang pada akhirnya meningkatkan tekanan terhadap mata uang negara berkembang, termasuk rupiah.
Untuk perdagangan Rabu (1/4/2026), pelaku pasar diperkirakan akan mencermati sejumlah sentimen domestik penting. Lukman mengatakan, perhatian investor akan tertuju pada pengumuman harga bahan bakar minyak (BBM) oleh pemerintah, serta rilis data inflasi dan neraca perdagangan Indonesia.
Ia mengingatkan, tanpa adanya langkah konkret dari pemerintah maupun Bank Indonesia (BI), tekanan terhadap rupiah berpotensi masih berlanjut.
Adapun untuk pergerakan rupiah pada Rabu (1/4/2026), Lukman memperkirakan mata uang Garuda akan bergerak fluktuatif dalam tekanan, yakni di kisaran Rp 17.000 hingga Rp 17.150 per dolar AS.
Baca Juga: Makin Anjlok, Rupiah Ditutup di Rp 17.041 Per Dolar AS Hari Ini (31/3)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













