kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.857.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.020   -18,00   -0,11%
  • IDX 7.027   -157,66   -2,19%
  • KOMPAS100 971   -21,90   -2,21%
  • LQ45 715   -12,21   -1,68%
  • ISSI 251   -5,90   -2,30%
  • IDX30 389   -4,63   -1,18%
  • IDXHIDIV20 483   -4,52   -0,93%
  • IDX80 109   -2,25   -2,01%
  • IDXV30 133   -1,42   -1,05%
  • IDXQ30 127   -1,23   -0,96%

Sepanjang Maret Kripto Rebound, Analis Sebut Minim Katalis dan Tren Masih Rentan


Minggu, 05 April 2026 / 21:00 WIB
Sepanjang Maret Kripto Rebound, Analis Sebut Minim Katalis dan Tren Masih Rentan
ILUSTRASI. CRYPTOCURRENCY (Romain Costaseca/Hans Lucas via Reuters)


Reporter: Vatrischa Putri Nur | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pergerakan berbagai instrumen investasi pada Maret 2026 menunjukkan dinamika yang kontras. Aset safe haven seperti emas justru terkoreksi, sementara aset berisiko tinggi seperti kripto mulai mencatatkan pemulihan.

Sepanjang Maret 2026, harga bitcoin (BTC) naik tipis 4,34% ke US$ 67.673. Meski sejak awal tahun, harga BTC masih berada di bawah tekanan.

Harga aset kripto utama lain seperti ethereum yang naik sekitar 10% dalam sebulan terakhir, meski masih terpuruk dari awal tahun.

Sementara harga emas mengalami koreksi dalam sebulan terakhir, pasca naik tinggi harga emas spot terkoreksi 11,5% dalam sebulan, namun masih menguat sekitar 6% sejak awal tahun.

Baca Juga: Hingga Akhir Maret, Pengguna Indodax Capai 9,8 Juta

Adapun emas batangan Antam ikut tertekan sekitar 7% sepanjang Maret 2026, meski harganya tetap tumbuh jika dibanding awal tahun ini.

Co-founder CryptoWatch sekaligus Pengelola Channel Duit Pintar Christopher Tahir mengatakan, meski kripto mengalami rebound, tetapi pergerakan ini terjadi karena belum adanya katalis kuat yang mampu menopang tren pasar secara berkelanjutan.

“Saat ini terlihat belum ada katalis yang cukup kuat untuk mempertahankan tren jangka pendek,” ujarnya kepada Kontan, Kamis (4/2/2026).

Ini juga terlihat pada pergerakan Bitcoin hari ini, Minggu (5/6/2026), yang mana sudah terkoreksi 0,50% secara harian ke level US$ 66.745 dan ethereum terkoreksi 1,10% ke US$ 2.027.

Christopher menjelaskan, pemulihan harga kripto pada bulan Maret lalu lebih banyak didorong oleh aksi pelaku pasar yang mulai melakukan akumulasi saat harga berada di level rendah.

Baca Juga: Pasar Kripto Diproyeksi Masuki Fase Konsolidasi di Kuartal II 2026

“Pelaku pasar mulai menyerok ketika harga sudah cukup rendah, sehingga terjadi pemulihan jangka pendek,” jelasnya.

Selain itu, sentimen positif juga datang dari peluncuran produk ETF kripto baru oleh BlackRock yang turut mendorong optimisme pasar.

Namun demikian, ia mengingatkan bahwa pemulihan ini berpotensi tidak bertahan lama karena belum didukung katalis fundamental yang kuat.

Ke depan, Christopher bahkan memperkirakan harga Bitcoin berpotensi kembali ke kisaran US$ 45.000 - US$ 50.000 hingga akhir 2026. 

Sementara Ethereum diproyeksikan berada di rentang US$ 1.300–US$ 1.600.

Baca Juga: Bitcoin dan Ethereum Masih Volatil, Tapi Berpeluang Rebound di Kuartal II 2026

Dari sisi strategi, investor disarankan untuk tetap berhati-hati dan memanfaatkan momentum koreksi sebagai peluang akumulasi secara bertahap, mengingat volatilitas pasar kripto yang masih tinggi.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Apa dampak bagi saya, jika saya...



TERBARU

[X]
×