kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.807.000   -30.000   -1,06%
  • USD/IDR 17.017   26,00   0,15%
  • IDX 7.092   -5,39   -0,08%
  • KOMPAS100 977   0,13   0,01%
  • LQ45 717   -1,48   -0,21%
  • ISSI 252   2,66   1,07%
  • IDX30 389   -2,31   -0,59%
  • IDXHIDIV20 489   0,39   0,08%
  • IDX80 110   0,25   0,22%
  • IDXV30 136   2,13   1,58%
  • IDXQ30 127   -0,98   -0,77%

Tembus Level Psikologis, Rupiah Berpotensi Melemah Lagi ke Rp 17.250 Per Dolar AS


Senin, 30 Maret 2026 / 18:53 WIB
Tembus Level Psikologis, Rupiah Berpotensi Melemah Lagi ke Rp 17.250 Per Dolar AS
ILUSTRASI. Rupiah tembus Rp 17.002 per dolar AS, level terburuk sepanjang masa pada hari ini (30/3/2026)


Reporter: Vatrischa Putri Nur | Editor: Anna Suci Perwitasari

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Tekanan terhadap nilai tukar rupiah masih berlanjut di tengah derasnya sentimen global dan meningkatnya risiko domestik.

Asal tahu saja, nilai tukar rupiah di pasar spot berakhir ke level terburuk sepanjang masa dan tembus di atas Rp 17.000 per dolar Amerika Serikat (AS). Senin (30/3/2026), rupiah spot ditutup di level Rp 17.002 per dolar AS.

Melihat dari sisi target asumsi makro pemerintah dan realitas tekanan pasar, Guru Besar Universitas Airlangga (Unair) Rahma Gafmi menilai posisi rupiah saat ini masih jauh dari ideal. Menurutnya, tekanan terhadap rupiah lebih mencerminkan kondisi fundamental yang sedang tertekan, bukan sekadar fluktuasi jangka pendek.

Baca Juga: Rupiah Tembus Rp 17.002, Ekonom Nilai Kebijakan FX Repo BI Tak Cukup Ampuh

“Berdasarkan data pasar spot terbaru, Rupiah bergerak di kisaran Rp 16.984 per USD hingga Rp 17.000. Angka ini sudah jauh melampaui asumsi awal makro ekonomi kita. Bahkan, beberapa analis mulai mewaspadai risiko teknis jika menembus level psikologis baru, mengingat volatilitas yang dipicu oleh eskalasi di Timur Tengah,” ujar Rahma saat dihubungi Kontan, Senin (30/3/2026).

Di sisi lain, Indonesia masih memiliki bantalan berupa cadangan devisa yang relatif kuat, yakni di atas US$ 150 miliar. Cadangan ini memberi ruang bagi Bank Indonesia untuk melakukan intervensi di pasar guna meredam gejolak.

Namun demikian, Rahma mengingatkan bahwa intervensi memiliki keterbatasan. “Intervensi ini hanya bersifat meredam ledakan volatilitas, bukan membalikkan arah tren yang didorong oleh sentimen global yang masif,” jelasnya.

Ia menilai, saat ini sentimen global menjadi faktor dominan yang menekan rupiah, mulai dari ketidakpastian geopolitik hingga penguatan dolar AS. Meski begitu, faktor domestik juga turut memperberat tekanan, terutama dari sisi fiskal.

Menurut Rahma, belanja fiskal yang semakin besar berpotensi menambah beban terhadap stabilitas rupiah. Jika tidak dikelola dengan hati-hati, kondisi ini dapat memperdalam tekanan terhadap mata uang domestik.

Lebih lanjut, ia memperkirakan peluang rupiah bisa semakin anjlok dalam jangka pendek, khususnya pada kuartal II-2026. 

Baca Juga: Cek Prospek Erajaya (ERAA) di Tahun 2026 Usai Raih Kenaikan Laba di 2025

“Jika tekanan berlanjut, target pelemahan berikutnya berada di kisaran Rp 17.150, bisa juga sampai Rp 17.250. Saya melihat potensi konsolidasi di rentang ini jika BI melakukan intervensi agresif di pasar spot dan DNDF,” tambahnya.

Selain itu, konflik di Timur Tengah yang belum mereda turut mendorong harga minyak dunia tetap tinggi. Bahkan, harga minyak jenis Brent Crude Oil dilaporkan masih bertahan di atas US$ 100 per barel.

“Sebagai net importir minyak, tekanan terhadap neraca perdagangan kita sangat masif, yang secara otomatis menekan Rupiah. Harus ada langkah konkrit untuk memitigasi hal ini. Mengingat kondisi fiskal kita sedang tidak baik-baik saja,” pungkasnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Effective Warehouse Management

[X]
×