kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.819.000   -20.000   -0,70%
  • USD/IDR 17.586   33,00   0,19%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

Rupiah Diproyeksi Kembali Melemah pada Hari Ini (13/1), Cek Sentimennya


Selasa, 13 Januari 2026 / 07:19 WIB
Rupiah Diproyeksi Kembali Melemah pada Hari Ini (13/1), Cek Sentimennya
ILUSTRASI. Rupiah ditutup di Rp 16.855 per dolar AS pada Senin (12/1/2026), tertekan data tenaga kerja AS. Sentimen negatif defisit anggaran kian kuat


Reporter: Vendy Yhulia Susanto | Editor: Anna Suci Perwitasari

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Nilai tukar rupiah diproyeksi masih dalam tekanan setelah ditutup melemah pada Senin (12/1/2026). Mengutip Bloomberg, rupiah di pasar spot ditutup melemah 0,21% secara harian ke Rp 16.855 per dolar Amerika Serikat (AS). 

Berdasarkan Jisdor Bank Indonesia (BI), rupiah melemah 0,11% secara harian ke Rp 16.853 per dolar AS. 

Kepala Ekonom Permata Bank Josua Pardede mengatakan, rupiah melemah terhadap dolar AS pada perdagangan hari Senin, sejalan dengan data tenaga kerja AS yang membaik.

Tidak hanya dari AS, ketidakpastian global juga meningkat pasca rilis pernyataan dari Chairman the Fed, Jerome Powell, terkait dengan kriminalisasi dirinya akibat menolak menurunkan suku bunga. 

Baca Juga: Volatilitas IHSG Masih Tinggi, Investor Bisa Eksekusi Trailing Stop Bertahap

“Pada hari Selasa (13/1/2026), rupiah diperkirakan masih akan di bawah tekanan akibat dari sentimen global yang berisiko belum membaik,” ucap Josua kepada Kontan, Senin (12/1/2026). 

Josua memperkirakan, rupiah pada Selasa (13/1/2026) bergerak dalam rentang Rp 16.800 – Rp 16.900 per dolar AS.

Analis Doo Financial Futures Lukman Leong mengatakan, rupiah melemah terhadap dolar AS, meskipun dolar sendiri juga tertekan cukup signifikan di tengah kekhawatiran potensi intervensi pemerintah AS terhadap The Fed.

Pelemahan rupiah menegaskan bahwa sentimen terhadap rupiah yang masih negatif, terutama terkait defisit anggaran dan prospek pemangkasan suku bunga Bank Indonesia. 

“Kenaikan penjualan ritel yang melampaui perkiraan pun gagal memberikan dukungan berarti bagi rupiah,” ucap Lukman kepada Kontan, Senin (12/1/2026).

Baca Juga: Jual di Harga Pucuk, Pengendali Diamond Citra (DADA) Kantongi Cuan Rp 38,40 Miliar  

Lukman memperkirakan, rupiah masih akan melemah, mengingat investor umumnya hati – hati dan menghindari mata uang berisiko menjelang data penting inflasi AS besok. Lukman memproyeksikan rupiah di kisaran Rp 16.800 – Rp 16.900 per dolar AS untuk hari ini.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Tag


TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×