kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.700.000   20.000   0,75%
  • USD/IDR 17.890   8,00   0,04%
  • IDX 6.302   -72,08   -1,13%
  • KOMPAS100 823   -12,50   -1,50%
  • LQ45 627   -6,68   -1,05%
  • ISSI 217   -3,15   -1,43%
  • IDX30 351   -3,41   -0,96%
  • IDXHIDIV20 427   -2,06   -0,48%
  • IDX80 94   -1,35   -1,41%
  • IDXV30 117   -1,05   -0,89%
  • IDXQ30 111   -0,62   -0,56%

Indah Kiat (INKP) Rilis Surat Utang Rupiah dan Dolar, Tawarkan Kupon Hingga 10,5%


Jumat, 14 Agustus 2026 / 05:35 WIB
Indah Kiat (INKP) Rilis Surat Utang Rupiah dan Dolar, Tawarkan Kupon Hingga 10,5%
ILUSTRASI. Penerbitan obligasi Indah Kiat (Dok/INKP)


Reporter: Avanty Nurdiana | Editor: Avanty Nurdiana

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Indah Kiat Pulp & Paper Tbk (INKP) kembali menggalang pendanaan melalui penerbitan surat utang. Produsen pulp dan kertas tersebut menyiapkan tiga instrumen utang sekaligus, yakni obligasi rupiah, Sukuk Mudharabah, dan obligasi berdenominasi dolar Amerika Serikat (AS).

Aksi korporasi ini merupakan bagian dari penawaran umum berkelanjutan yang secara keseluruhan memiliki target penghimpunan dana hingga Rp 10 triliun untuk masing-masing program obligasi dan Sukuk Mudharabah, serta US$ 100 juta untuk program obligasi dolar AS.

Surat utang dalam Penawaran Umum Berkelanjutan Obligasi VI Tahap III Tahun 2026, Indah Kiat menawarkan obligasi dengan jumlah pokok sebanyak-banyaknya Rp 2 triliun. Dari jumlah tersebut, Rp 1,59 triliun mendapat penjaminan dengan skema full commitment, sementara maksimal Rp 409,105 miliar ditawarkan dengan skema best effort.

Baca Juga: Sat Nusapersada (PTSN) Raih Fasilitas Kredit dari Bank Mandiri Senilai US$ 25 Juta

Obligasi yang mendapat full commitment terdiri atas dua seri. Seri A memiliki pokok Rp 1,376 triliun dengan bunga tetap 10% per tahun dan tenor tiga tahun, sedangkan Seri B sebesar Rp 214,17 miliar dengan bunga tetap 10,5% per tahun dan tenor lima tahun.

Dengan demikian, jatuh tempo Seri A ditetapkan pada 3 September 2029, sedangkan Seri B pada 3 September 2031. Pembayaran bunga dilakukan setiap tiga bulan, dengan pembayaran pertama pada 3 Desember 2026.

Indah Kiat juga menawarkan surat utang berbasis syariah melalui Penawaran Umum Berkelanjutan Sukuk Mudharabah V Tahap III Tahun 2026. Nilai Sukuk yang ditawarkan mencapai maksimal Rp 1,5 triliun.

Dalam prospektus ringkas dijelaskan jika sebesar Rp 1,170 triliun telah memperoleh komitmen penuh. Sukuk tersebut terbagi menjadi dua seri.

Seri A memiliki nilai Rp 443,03 miliar dengan nisbah bagi hasil pemegang Sukuk sebesar 45,71%, yang setara dengan indikasi tingkat bagi hasil 10% per tahun, serta tenor tiga tahun.

Sementara itu, Seri B memiliki nilai Rp 727,19 miliar dengan nisbah bagi hasil 48%, setara dengan indikasi tingkat bagi hasil 10,5% per tahun, dan tenor lima tahun.

Adapun sisa maksimal Rp 329,78 miliar ditawarkan dengan skema best effort. Pembayaran pendapatan bagi hasil dilakukan setiap tiga bulan mulai 3 Desember 2026.

Baca Juga: RWA Bisa Jadi Alternatif Bitcoin, Bidik Institusi Global yang Cari Aset Konservatif

Tidak berhenti pada pasar domestik, INKP juga kembali menawarkan surat utang dalam mata uang dolar AS. Dalam Penawaran Umum Berkelanjutan Obligasi USD III Tahap II Tahun 2026, nilai emisi maksimal mencapai US$ 25 juta, dari target keseluruhan program sebesar US$ 100 juta.

Dari jumlah tersebut, US$ 9,55 juta memperoleh full commitment. Rinciannya, Seri A sebesar US$ 8,1335 juta dengan bunga tetap 6,75% per tahun dan tenor tiga tahun, serta Seri B sebesar US$ 1,417 juta dengan bunga tetap 7,25% per tahun dan tenor lima tahun.

Sementara itu, sebanyak US$ 15,45  juta ditawarkan dengan skema best effort. Pembayaran bunga dilakukan setiap tiga bulan.

Surat utang ini mendapat rating idA+ dari PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) dan irAA dari PT Kredit Rating Indonesia (KRI). 

Dana obligasi INKP akan digunakan untuk modal kerja seperti pembiayaan operasional harian seperti pembelian bahan baku pulp/kertas, bahan kimia, biaya energi/bahan bakar, serta biaya operasional dan distribusi logistik. 

Tak hanya itu, emiten Sinar Mas ini akan menggunakan dana obligasi untuk melunasi pinjaman/kewajiban utang jatuh tempo perusahaan maupun anak perusahaan guna mengoptimalkan struktur permodalan dan beban bunga.

Surat utang ini akan memasuki masa penawaran umum pada 27–28 Agustus 2026.

Setelah masa penawaran berakhir, tanggal penjatahan ditetapkan pada 31 Agustus 2026. Selanjutnya, pengembalian uang pemesanan dan distribusi efek secara elektronik dijadwalkan pada 2 September 2026.

Efek hasil penawaran umum tersebut kemudian akan dicatatkan di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 3 September 2026.

Baca Juga: Tokenisasi RWA Buka Akses Modal Global, Tapi Likuiditas Jadi Tantangan

Untuk penerbitan Obligasi Rupiah dan Sukuk Mudharabah, INKP menunjuk enam penjamin pelaksana emisi efek, yakni PT Aldiracita Sekuritas Indonesia, PT BCA Sekuritas, PT BNI Sekuritas, PT CIMB Niaga Sekuritas, PT Indo Premier Sekuritas, dan PT KB Valbury Sekuritas.

Sementara itu, untuk Obligasi berdenominasi dolar AS, terdapat lima penjamin pelaksana emisi efek, yaitu PT Aldiracita Sekuritas Indonesia, PT BCA Sekuritas, PT BNI Sekuritas, PT Indo Premier Sekuritas, dan PT KB Valbury Sekuritas.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Tag


TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Effective Warehouse Management

[X]
×