Penulis: Muhammad Alief Andri | Editor: Noverius Laoli
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melemah 72,08 poin atau 1,13% ke level 6.301,77 pada Kamis (13/8/2026).
Tekanan pasar meningkat setelah pengumuman hasil review indeks MSCI yang memicu kekhawatiran arus dana asing keluar dari pasar saham Indonesia.
Head of Retail Research MNC Sekuritas Herditya Wicaksana mengatakan, meski kebijakan pembekuan (freeze) tetap dipertahankan, sejumlah emiten dalam konstituen MSCI terdepak.
Baca Juga: Review MSCI Indonesia Agustus 2026 Cerminkan Masalah Kualitas Likuiditas
"Kondisi ini dikhawatirkan memicu aliran dana keluar atau outflow ketika perubahan konstituen mulai efektif," ujar Herditya, Kamis (13/8).
Selain sentimen MSCI, Equity Research Analyst Phintraco Sekuritas Alrich Paskalis Tambolang menilai pelemahan IHSG juga dipengaruhi sikap investor yang mengantisipasi pidato kenegaraan Presiden Prabowo Subianto mengenai RAPBN 2027 pada Jumat (14/8), serta aksi profit taking.
Di tengah tekanan IHSG, rupiah justru menguat. Penguatan tersebut didorong aksi beli di pasar obligasi domestik yang tercermin dari penurunan yield Surat Utang Negara (SUN) pada sejumlah tenor.
Alrich mengatakan, inflasi Amerika Serikat (AS) yang melandai dan koreksi harga minyak mentah turut menjadi sentimen positif bagi rupiah.
Dari sisi teknikal, IHSG masih bertahan di atas moving average (MA) 20. Namun, penyempitan histogram positif MACD terus berlanjut dan berpotensi membentuk death cross.
"Sehingga diperkirakan IHSG akan bergerak sideways pada kisaran 6.230-6.370 pada perdagangan Jumat (14/8)," jelas Alrich.
Herditya memperkirakan IHSG masih berpeluang menguat terbatas pada perdagangan Jumat. Ia menempatkan level support di 6.281 dan resistance di 6.313. Investor juga akan mencermati rilis data producer price index (PPI) AS pada Kamis malam waktu setempat.
Baca Juga: IHSG Rebound Jelang Rilis MSCI, Simak Proyeksi dan Sentimen yang Perlu Dicermati
Sementara itu, Senior Market Analyst Mirae Asset Sekuritas Nafan Aji Gusta memperkirakan IHSG bergerak pada support 6.242 dan 6.191, dengan resistance di 6.363 dan 6.406.
Untuk pilihan saham, Herditya merekomendasikan Indofood Sukses Makmur (INDF), Ultrajaya Milk Industry (ULTJ), dan Rukun Raharja (RAJA). Target harga INDF berada di Rp 7.500-Rp 7.600, ULTJ Rp 1.545-Rp 1.570, dan RAJA Rp 925-Rp 1.035 per saham.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













![[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI](https://fs-media.kontan.co.id/kstore/upload/brand_images/brand_images_22072614202900.jpg)
