kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.664.000   -36.000   -1,33%
  • USD/IDR 17.863   -27,00   -0,15%
  • IDX 6.304   1,96   0,03%
  • KOMPAS100 825   1,84   0,22%
  • LQ45 629   1,87   0,30%
  • ISSI 217   0,14   0,06%
  • IDX30 352   0,99   0,28%
  • IDXHIDIV20 429   1,23   0,29%
  • IDX80 94   0,24   0,25%
  • IDXV30 118   0,38   0,33%
  • IDXQ30 112   0,36   0,32%

MSCI Bekukan Saham Indonesia, Dana Asing Kian Deras Keluar


Jumat, 14 Agustus 2026 / 07:56 WIB
Diperbarui Jumat, 14 Agustus 2026 / 08:31 WIB
MSCI Bekukan Saham Indonesia, Dana Asing Kian Deras Keluar
ILUSTRASI. ihsg,melemah (KONTAN/Cheppy A. Muchlis)


Penulis: Muhammad Alief Andri, Pulina Nityakanti | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Morgan Stanley Capital International (MSCI) kembali membekukan saham Indonesia dalam evaluasi MSCI August Index Review 2026.

Tak ada saham Indonesia yang masuk ke indeks MSCI, sementara 10 saham justru terdepak atau turun kelas.

Dalam evaluasi yang diumumkan Kamis (13/8/2026), MSCI mengeluarkan PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) dari MSCI Global Standard Index.

Sementara itu, sembilan saham Indonesia lainnya dikeluarkan dari MSCI Global Small Cap Index.

PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk (CPIN) menjadi satu-satunya saham Indonesia yang tetap bertahan di indeks MSCI.

Baca Juga: BI Menahan Suku Bunga Acuan 4,75%, Cek Efeknya ke Pasar Saham dan Dana Asing

Namun, CPIN turun kelas dari MSCI Global Standard Index ke MSCI Global Small Cap Index. Seluruh perubahan tersebut berlaku efektif mulai 1 September 2026.

MSCI masih mempertahankan Indonesia dalam klasifikasi emerging market. Namun, tidak adanya saham baru yang masuk sekaligus keluarnya sejumlah saham menunjukkan pembekuan terhadap pasar saham Indonesia masih berlanjut.

Keputusan tersebut menjadi sentimen negatif bagi pasar domestik. Pada Kamis (13/8), IHSG turun 1,13%. Tekanan juga terlihat dari arus dana asing yang mencapai Rp1,41 triliun pada perdagangan hari itu.

Secara kumulatif sejak awal 2026, dana asing yang keluar dari BEI telah mencapai Rp71,83 triliun.

Kepercayaan Investor Melemah

Pengamat pasar modal Universitas Indonesia Budi Frensidy menilai keputusan MSCI mencerminkan masih lemahnya kepercayaan investor global terhadap pasar saham Indonesia.

Menurut dia, credibility premium Indonesia meningkat sehingga investor asing meminta kompensasi risiko yang lebih besar.

Baca Juga: Kemarau Dana Asing di Bursa Saham

Tiga isu utama yang menjadi perhatian investor global adalah transparansi pasar saham, ketidakpastian kebijakan makro, dan pelemahan rupiah. "Evaluasi MSCI bulan November jadi ujian yang jauh lebih menentukan," kata Budi, Kamis (13/8).

Menurut Budi, persoalan transparansi mengenai beneficial ownership pada saham Indonesia merupakan masalah struktural yang telah lama ada.


Analisis Untukmu

Berita ini artinya apa buat kamu?



TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Effective Warehouse Management

[X]
×