kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.700.000   20.000   0,75%
  • USD/IDR 17.890   8,00   0,04%
  • IDX 6.302   -72,08   -1,13%
  • KOMPAS100 823   -12,50   -1,50%
  • LQ45 627   -6,68   -1,05%
  • ISSI 217   -3,15   -1,43%
  • IDX30 351   -3,41   -0,96%
  • IDXHIDIV20 427   -2,06   -0,48%
  • IDX80 94   -1,35   -1,41%
  • IDXV30 117   -1,05   -0,89%
  • IDXQ30 111   -0,62   -0,56%

Warisan Michael Hartono Rp55 Triliun per Anak, Ini Rincian Pemilik Saham Grup Djarum


Jumat, 14 Agustus 2026 / 04:00 WIB
 Warisan Michael Hartono Rp55 Triliun per Anak, Ini Rincian Pemilik Saham Grup Djarum
ILUSTRASI. Michael Bambang Hartono (INASGOC/PETER F MOMOR)


Reporter: Adi Wikanto | Editor: Adi Wikanto

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Kekayaan keluarga Hartono memasuki babak baru setelah saham milik mendiang Michael Bambang Hartono di perusahaan holding keluarga dialihkan kepada empat ahli warisnya.

Berdasarkan dokumen pelaporan pemerintah yang dikutip media internasional The Star, 49% saham Michael Bambang Hartono di PT Dwimuria Investama Andalan (DIA) kini telah dibagi rata kepada empat ahli waris.

Dengan demikian, masing-masing ahli waris memperoleh sekitar 12,25% saham Dwimuria.

Nilai kepemilikan tersebut diperkirakan mencapai sedikitnya US$ 2,93 miliar atau sekitar Rp 55 triliun per orang. Nilai tersebut merupakan estimasi berdasarkan aset dan kepemilikan perusahaan, bukan pembagian warisan dalam bentuk uang tunai.

Michael Bambang Hartono meninggal dunia pada 19 Maret 2026 di Singapura dalam usia 86 tahun. Semasa hidup, Michael bersama adiknya, Robert Budi Hartono, membangun kerajaan bisnis keluarga yang berkembang jauh melampaui bisnis rokok.

Salah satu aset terbesar keluarga tersebut adalah kepemilikan di PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) melalui Dwimuria.

Baca Juga: Catat Saham di Bursa Hong Kong, Merdeka Gold (EMAS) Ubah Nama Mandarin

Warisan Michael Hartono dan saham BCA

Dwimuria Investama Andalan merupakan pemegang sekitar 54,94% saham BCA. Sebelum Michael meninggal, struktur kepemilikan Dwimuria terbagi antara Robert Budi Hartono sebesar 51% dan Michael Bambang Hartono sebesar 49%.

Dengan pembagian warisan tersebut, 49% kepemilikan Michael di Dwimuria terbagi sama rata kepada empat ahli waris.

Jika hanya menghitung nilai kepemilikan Dwimuria di BCA, nilai bagian Michael di holding keluarga tersebut mencapai sedikitnya US$ 11,7 miliar atau sekitar Rp 209 triliun berdasarkan nilai pada 11 Agustus 2026.

Artinya, setiap ahli waris menerima bagian yang nilainya setara lebih dari US$ 2,9 miliar hanya dari kepemilikan tersebut.

Nilai ini masih belum memperhitungkan aset dan investasi keluarga Hartono lainnya.

Jaringan bisnis keluarga Hartono mencakup berbagai sektor, mulai dari perbankan, industri rokok, properti dan pusat perbelanjaan hingga perkebunan serta investasi di sektor teknologi dan telekomunikasi.

Keluarga Hartono merupakan pemilik PT Djarum, salah satu produsen rokok kretek terbesar di Indonesia. Dua bersaudara Hartono juga mengembangkan bisnis ke sektor keuangan dan menjadikan BCA sebagai salah satu bank terbesar di Indonesia berdasarkan kapitalisasi pasar.

Tonton: Hedging Makin Mahal, Ancaman Baru bagi Perusahaan

Kekayaan keluarga Hartono mencapai US$28,6 miliar

Transfer kepemilikan tersebut menjadi bagian dari proses suksesi kekayaan keluarga Hartono.

Berdasarkan Bloomberg Billionaires Index per 11 Agustus 2026, total kekayaan bersih keluarga Hartono mencapai sekitar US$ 28,6 miliar atau sekitar Rp 511 triliun. Angka tersebut menempatkan keluarga Hartono sebagai keluarga terkaya di Indonesia.

Besarnya nilai transfer tersebut juga menjadikannya salah satu proses perpindahan kekayaan keluarga konglomerat terbesar di Asia dalam beberapa tahun terakhir.

Nilai warisan tersebut bahkan melampaui sekitar US$ 10 miliar aset yang ditinggalkan mendiang Wee Cho Yaw, taipan Singapura yang merupakan tokoh penting di United Overseas Bank (UOB).

Peralihan aset keluarga Hartono menunjukkan bagaimana kekayaan yang dibangun selama beberapa generasi mulai memasuki fase transfer kepada generasi berikutnya.

Baca Juga: Bitcoin Tertahan di US$68.700, Investor Jangka Pendek Jadi Beban

Suksesi bisnis Grup Djarum

Transfer kekayaan tersebut berlangsung bersamaan dengan perubahan kepemimpinan di sejumlah bisnis keluarga Hartono.

Victor Hartono, putra sulung Robert Budi Hartono, kini memimpin PT Djarum sebagai Chief Executive Officer (CEO). Sebelumnya, Victor menjabat sebagai Chief Operating Officer (COO) perusahaan tersebut.

Profil Kellogg School of Management Northwestern University pada 2026 juga mencatat Victor Hartono sebagai CEO PT Djarum dan President Director Djarum Foundation.

Perubahan tersebut memperlihatkan bahwa suksesi keluarga Hartono tidak hanya berlangsung melalui perpindahan kepemilikan aset, tetapi juga melalui pergantian kepemimpinan operasional bisnis.

Sementara itu, setelah Michael Bambang Hartono meninggal, Robert Budi Hartono menjadi satu-satunya pemegang saham pengendali terakhir BCA.

Dengan demikian, proses suksesi di keluarga Hartono kini berlangsung dalam dua jalur sekaligus: pengalihan kepemilikan kepada generasi penerus dan konsolidasi kendali pada bisnis utama keluarga.

Bagi keluarga Hartono, warisan Michael Bambang Hartono bukan sekadar pembagian aset. Perubahan tersebut menjadi bagian dari perjalanan panjang menjaga kesinambungan kerajaan bisnis yang telah dibangun sejak generasi sebelumnya.






Sumber: https://www.kompas.com/tren/read/2026/08/13/104500265/4-anak-michael-hartono-terima-warisan-saham-rp-55-triliun-per-orang-salah?page=all#page2.

 

732 Ribu Orang Berebut MagangHub, Hanya 150 Ribu yang Dapat Kuota

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Tag


TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Effective Warehouse Management

[X]
×