kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.947.000   -7.000   -0,24%
  • USD/IDR 16.802   -28,00   -0,17%
  • IDX 8.291   159,23   1,96%
  • KOMPAS100 1.172   25,90   2,26%
  • LQ45 842   12,51   1,51%
  • ISSI 296   7,86   2,73%
  • IDX30 436   5,12   1,19%
  • IDXHIDIV20 520   1,62   0,31%
  • IDX80 131   2,69   2,10%
  • IDXV30 143   1,37   0,97%
  • IDXQ30 141   0,56   0,40%

Rupiah Berpotensi Melemah Lagi Selasa (9/12), Ini Sentimen Penggeraknya


Senin, 08 Desember 2025 / 17:43 WIB
Rupiah Berpotensi Melemah Lagi Selasa (9/12), Ini Sentimen Penggeraknya
ILUSTRASI. Redam Gejolak-Petugas menghitung uang rupiah dan dolar Amerika Serikat di Bank Mandiri, Jakarta, Senin (29/09/2025). Bank Indonesia menggunakan seluruh instrumen yang ada secara bold, baik di pasar domestik melalui instrumen spot, DNDF, dan pembelian SBN di pasar sekunder, maupun di pasar luar negeri secara terus menerus, melalui intervensi NDF. Menkeu Purbaya Y Sadewa yakin upaya BI akan berhasil meredam gejolak rupiah. KONTAN/Cheppy A. Muchlis/29/09/2025


Reporter: Vatrischa Putri Nur | Editor: Avanty Nurdiana

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Rupiah ditutup melemah di perdagangan awal pekan. Minimnya katalis penguatan mendorong rupiah diproyeksi masih tertekan esok hari (9/12/2025).

Asal tahu saja, Senin (8/12/2025), kurs rupiah di pasar spot melemah Rp 47 atau 0,28% menjadi Rp 16.695 terhadap dolar Amerika Serikat (AS). Kurs rupiah Jisdor melemah Rp 33 atau 0,20% menjadi Rp 16.688 per dolar AS.

Analis Doo Financial Futures Lukman Leong bilang sentimen rupiah pada umumnya masih cenderung ke arah yang negatif pada Selasa (9/12/2025). Apalagi pasar masih melihat ekspektasi pemangkasan suku bunga oleh Bank Indonesia (BI) merespon kebijakan pemerintah yang longgar untuk menaikkan pertumbuhan ekonomi ke depan.

Baca Juga: Saham BNBR dan TIFA Dipantau BEI, Cermati Rekomendasi Analis

Selain itu, tidak ada katalis lain seperti misalnya data ekonomi dari eksternal atau internal, maupun data survei kepercayaan konsumen yang meningkat, akan dirilis dalam jangka waktu pendek. Jika ada, hal ini diharapkan bisa mendukung penguatan rupiah.

“Walau dolar AS cenderung tertekan menjelang FOMC (Federal Open Market Committee) lusa, rupiah susah bangkit dan bertahan di atas Rp 16.600. Namun, intervensi BI juga menahan di bawah Rp 16.700,” kata Lukman kepada Kontan, Senin (8/12/2025).

Pengamat Ekonomi, Mata Uang & Komoditas Ibrahim Assuaibi juga menyebut, tanda-tanda perlambatan ekonomi di AS baru-baru ini termasuk indikator ketenagakerjaan yang lebih lemah turut jadi sentimen penggerak.

Pelemahan indikator ini, mendorong kemungkinan pemangkasan suku bunga sebesar 25 basis poin. Namun, optimisme tersebut diredam oleh kehati-hatian karena beberapa pejabat Fed mengisyaratkan pemangkasan suku bunga pada bulan Desember masih jauh dari pasti.

Pasar didukung ekspektasi kuat Federal Reserve AS akan memangkas suku bunga akhir pekan ini,” jelas Ibrahim.

Ibrahim memproyeksikan rupiah pada Selasa (9/12) akan bergerak fluktuatif cenderung melemah di rentang  Rp 16.690 – Rp 16.730 per dolar AS. Sedang Lukman, memperkirakan rupiah akan di rentang Rp 16.600 – Rp 16.700 per dolar AS.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Tag


TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! When (Not) to Invest

[X]
×