kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.764.000   -5.000   -0,18%
  • USD/IDR 17.699   113,00   0,64%
  • IDX 6.470   -252,97   -3,76%
  • KOMPAS100 859   -34,67   -3,88%
  • LQ45 638   -20,11   -3,06%
  • ISSI 234   -8,67   -3,57%
  • IDX30 362   -9,19   -2,48%
  • IDXHIDIV20 447   -8,29   -1,82%
  • IDX80 98   -3,68   -3,61%
  • IDXV30 127   -2,61   -2,01%
  • IDXQ30 117   -2,43   -2,04%

Rupiah Dibuka Menguat ke Rp 16.981 Per Dolar AS di Hari Ini (2/4), Asia Terkoreksi


Kamis, 02 April 2026 / 09:09 WIB
Rupiah Dibuka Menguat ke Rp 16.981 Per Dolar AS di Hari Ini (2/4), Asia Terkoreksi
ILUSTRASI. rupiah dibuka menguat namun langsung kembali melemah tipis pada Kamis (2/4/2026) pagi


Reporter: Anna Suci Perwitasari | Editor: Anna Suci Perwitasari

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Nilai tukar rupiah di pasar spot berhasil rebound di awal perdagangan hari ini. Kamis (2/4/2026), rupiah dibuka di level Rp 16.981 per dolar Amerika Serikat (AS).

Ini membuat rupiah menguat tipis 0,01% dibanding penutupan hari sebelumnya yang berada di level Rp 16.983 per dolar AS. Namun, penguatan hanya berlangsung sementara, karena rupiah kembali melemah ke level Rp 16.985 per dolar AS. 

Hingga pukul 09.00 WIB, pergerakan mata uang Asia cenderung melemah. Di mana, won Korea Selatan menjadi mata uang dengan pelemahan terdalam di Asia setelah anjlok 0,49%.

Baca Juga: Daftar Harga Emas Antam Hari Ini (2/4): Naik Rp 20.000 Menjadi Rp 2.922.000 Per Gram

Selanjutnya ada peso Filipina yang ambles 0,47% dan baht Thailand yang tertekan 0,36%. Disusul, yen Jepang yang terkoreksi 0,29%.

Berikutnya, dolar Singapura turun 0,24% dan yuan China tergelincir 0,13%. Lalu ada dolar Taiwan yang melemah tipis 0,05% di pagi ini.

Sementara itu, ringgit Malaysia menjadi mata uang dengan penguatan terbesar di Asia setelah melonjak 0,12%.

Kemudian ada dolar Hong Kong yang menguat tipis 0,01% terhadap the greenback.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×