kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.940.000   20.000   0,68%
  • USD/IDR 16.808   -72,00   -0,43%
  • IDX 8.032   96,61   1,22%
  • KOMPAS100 1.132   15,02   1,34%
  • LQ45 821   5,36   0,66%
  • ISSI 284   5,77   2,08%
  • IDX30 427   0,41   0,10%
  • IDXHIDIV20 513   -1,95   -0,38%
  • IDX80 127   1,53   1,22%
  • IDXV30 139   0,46   0,33%
  • IDXQ30 139   -0,29   -0,21%

Rupiah Bergerak Sideways, Sentimen Indeks Manufaktur Warnai Pergerakan Pasar


Selasa, 02 Desember 2025 / 07:01 WIB
Rupiah Bergerak Sideways, Sentimen Indeks Manufaktur Warnai Pergerakan Pasar
ILUSTRASI. Redam Gejolak-Petugas menghitung uang rupiah dan dolar Amerika Serikat di Bank Mandiri, Jakarta, Senin (29/09/2025). Rupiah menguat 0,07% ke Rp16.663/USD (spot) pada 1 Des 2025. Josua Pardede: Sentimen manufaktur China-RI campur aduk pengaruhi kurs.


Reporter: Vatrischa Putri Nur | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Nilai tukar rupiah menguat terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan Senin (1/12/2025).

Mengutip data Bloomberg, rupiah pasar spot ditutup menguat 0,07% ke level Rp 16.663 per dolar AS pada Senin (1/12). 

Berbeda dengan pasar spot, kurs Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) melemah 0,04% ke Rp 16.668 per dolar AS dari posisi sebelumnya Rp 16.661 per dolar AS pada Jumat (28/11/2025).

Kepala Ekonom Bank Permata Josua Pardede mengatakan, nilai tukar rupiah bergerak dalam rentang terbatas atau sideways pada perdagangan Senin disebabkan sentimen pasar yang cenderung campuran dari sektor manufaktur global dan domestik. 

Baca Juga: Rupiah Menguat Tipis, Keputusan The Fed dan Data Ekonomi AS Jadi Penentu Arah

Josua menilai pergerakan rupiah hari ini banyak dipengaruhi oleh kombinasi data ekonomi China dan Indonesia yang menunjukkan arah berbeda.

Dari eksternal, pelemahan sektor manufaktur China pada November 2025 memberi tekanan bagi mata uang pasar berkembang, termasuk rupiah.

Hal ini tercermin dari penurunan indeks Manufacturing PMI dan indikator RatingDog China Manufacturing yang kembali menunjukkan kontraksi.

Sebaliknya, dari dalam negeri, sentimen justru membaik. Data S&P Global Indonesia Manufacturing PMI menunjukkan peningkatan signifikan menjadi 53,3 dari posisi 51,2 pada bulan sebelumnya. 

“Kenaikan ini memberi sinyal ekspansi yang lebih kuat pada sektor manufaktur Indonesia, sehingga membantu menahan pelemahan rupiah,” ujar Josia kepada Kontan, Senin (1/12/2025).

Baca Juga: Rupiah Spot Ditutup Menguat 0,07% ke Rp 16.663 per Dolar AS pada Senin (1/12/2025)

Untuk perdagangan Selasa (2/12), rupiah diperkirakan bergerak melemah terbatas seiring antisipasi rilis data manufaktur PMI Amerika Serikat yang diproyeksikan meningkat. 

Secara harian, Josua nemperkirakan mata uang Garuda diperkirakan bergerak pada rentang Rp16.600–Rp16.700 per dolar AS pada Selasa (2/12).

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Tag


TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

[X]
×