kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.669.000   -6.000   -0,22%
  • USD/IDR 16.917   7,00   0,04%
  • IDX 9.075   42,82   0,47%
  • KOMPAS100 1.256   8,05   0,64%
  • LQ45 889   7,35   0,83%
  • ISSI 330   0,23   0,07%
  • IDX30 452   3,62   0,81%
  • IDXHIDIV20 533   4,12   0,78%
  • IDX80 140   0,85   0,61%
  • IDXV30 147   0,15   0,10%
  • IDXQ30 145   1,19   0,83%

Rupiah Menguat ke Rp 16.625 per Dolar AS, Dipicu Ekspektasi Pemangkasan Bunga The Fed


Selasa, 02 Desember 2025 / 15:48 WIB
Rupiah Menguat ke Rp 16.625 per Dolar AS, Dipicu Ekspektasi Pemangkasan Bunga The Fed
ILUSTRASI. Rupiah menguat 0,23% ke Rp 16.625 per dolar AS hari Selasa, didorong ekspektasi penurunan suku bunga The Fed dan data inflasi RI. (KONTAN/Cheppy A. Muchlis)


Reporter: Vendy Yhulia Susanto | Editor: Herlina Kartika Dewi

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Nilai tukar rupiah menguat terhadap dolar Amerika Serikat pada perdagangan Selasa (2/12). Rupiah di pasar spot ditutup menguat 0,23% secara harian ke Rp 16.625 per dolar AS. Senada, rupiah di Jisdor Bank Indonesia (BI) juga menguat 0,21% secara harian ke Rp 16.632 per dolar AS. 

Pengamat mata uang Ibrahim Assuaibi mengatakan, pergerakan rupiah dipengaruhi oleh ekspektasi bahwa The Federal Reserve akan melanjutkan siklus pelonggarannya. Ini ditandai dengan meningkatnya CME FedWatch Tool yang menunjukkan bahwa peluang penurunan suku bunga sebesar 25 basis poin pada bulan Desember adalah sebesar 87,4%.

Penasihat Ekonomi Nasional Gedung Putih, Kevin Hassett, kemungkinan akan ditunjuk sebagai Ketua Fed berikutnya, menggantikan Jerome Powell. Namun, Presiden AS Donald Trump mengatakan pada hari Minggu bahwa ia tidak akan memberi tahu siapa pun siapa yang akan ditunjuk, tetapi ia sudah menentukan pilihannya.

Baca Juga: Rupiah Ditutup Menguat ke Rp 16.625 Per Dolar AS Hari Ini (2/12), Terkuat di Asia

Sementara berdasarkan data, Institute for Supply Management (ISM) mengungkapkan bahwa aktivitas manufaktur pada bulan November yang mengalami kontraksi selama sembilan bulan berturut-turut. 

“Data lebih lanjut, yang diungkapkan oleh ISM, menunjukkan bahwa harga input meningkat dan pasar tenaga kerja masih berada dalam kondisi rendahnya tingkat pemecatan dan perekrutan,” ujar Ibrahim, Selasa (2/12). 

Ibrahim menambahkan, sentimen domestik yang mempengaruhi rupiah di antaranya laju inflasi nasional. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat Indeks Harga Konsumen (IHK) hanya naik 0,17% secara bulanan, lebih rendah dibandingkan 0,28% pada Oktober.

Secara tahunan, inflasi mereda menjadi 2,72%, sementara inflasi year to date berada di level 2,27%. Inflasi tersebut terutama ditopang oleh komponen inti yang naik 0,17% dan berkontribusi 0,11% terhadap inflasi nasional. 

Baca Juga: Terbitkan Obligasi, Energi Mega Persada (ENRG) Berkomitmen Perkuat Kinerja

Ibrahim memproyeksikan rupiah pada Rabu (3/12/2025) bergerak fluktuatif, namun ditutup melemah pada rentang Rp 16.620 – Rp 16.640 per dolar AS.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Tag


TERBARU

[X]
×