Reporter: Muhammad Alief Andri | Editor: Noverius Laoli
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Kimia Farma Tbk (KAEF) menunjukkan perbaikan kinerja pada 2025 dengan berhasil memangkas rugi bersih secara signifikan. Namun, analis menilai perbaikan tersebut masih berada pada tahap awal transformasi.
Berdasarkan laporan keuangan, KAEF mencatat rugi bersih sebesar Rp 443,36 miliar pada 2025, menyusut dari Rp 1,21 triliun pada tahun sebelumnya. Di sisi lain, pendapatan perseroan justru turun 7,2% menjadi Rp 9,22 triliun.
Head of Research KISI Sekuritas Muhammad Wafi menilai, kualitas perbaikan kinerja KAEF tergolong positif, meski belum ditopang oleh pertumbuhan bisnis inti.
Baca Juga: Cek Rekomendasi Saham Emiten Migas Saat Harga Minyak Mendidih
“Perbaikan didorong efisiensi operasional dan restrukturisasi, bukan dari pertumbuhan pendapatan inti,” ujarnya kepada Kontan, Selasa (7/4/2026).
Wafi menambahkan, langkah efisiensi yang dilakukan perusahaan tergolong efektif. Hal ini tercermin dari penurunan beban usaha sebesar 12,65%, lebih dalam dibandingkan penurunan pendapatan.
“Penurunan beban yang lebih dalam dibanding penurunan pendapatan membuktikan rasionalisasi biaya berjalan optimal,” jelasnya.
Dari sisi likuiditas, KAEF juga memperoleh tambahan dana sebesar Rp 846 miliar dari pemegang saham melalui Bio Farma. Menurut Wafi, langkah ini dapat membantu memperbaiki kondisi keuangan jangka pendek.
“Suntikan likuiditas bisa melonggarkan tekanan utang jatuh tempo jangka pendek dan menstabilkan modal kerja,” imbuhnya.
Sejalan dengan itu, Equity Research Analyst Kiwoom Sekuritas Indonesia Abdul Azis Setyo Wibowo menilai, perbaikan kinerja KAEF menunjukkan progres yang cukup signifikan, namun masih tergolong early-stage turnaround.
Baca Juga: IHSG Diproyeksi Lanjut Melemah, Cek Rekomendasi Saham BRI Sekuritas Senin (6/4)
“Penurunan rugi ini lebih banyak ditopang oleh faktor non-operasional seperti efisiensi biaya dan restrukturisasi, bukan dari pertumbuhan pendapatan,” katanya.
Menurut Azis, hal ini menunjukkan fundamental inti bisnis KAEF belum sepenuhnya pulih, sehingga keberlanjutan perbaikan masih perlu dikonfirmasi oleh stabilisasi pendapatan dan ekspansi margin ke depan.













