Reporter: Muhammad Alief Andri | Editor: Noverius Laoli
Ia juga menilai strategi efisiensi yang dilakukan perusahaan cukup agresif dan efektif dalam jangka pendek, termasuk melalui optimalisasi operasional dan penyesuaian struktur organisasi.
Dari sisi pendanaan, tambahan likuiditas dari Bio Farma dinilai memberi dampak positif, khususnya untuk memperbaiki modal kerja dan mengurangi tekanan liabilitas jangka pendek.
“Namun, secara struktural ini masih bersifat temporary relief, sehingga perbaikan jangka panjang tetap bergantung pada kemampuan menghasilkan arus kas operasional yang sehat,” tambahnya.
Baca Juga: IHSG Diproyeksi Menguat Terbatas, Cek Rekomendasi Saham BNI Sekuritas Selasa (31/3)
Ke depan, Wafi melihat peluang KAEF untuk kembali mencetak laba bersih pada 2026 terbuka, seiring fokus perusahaan pada produk dengan margin lebih tinggi.
Meski begitu, realisasinya tetap bergantung pada stabilitas nilai tukar rupiah, mengingat ketergantungan bahan baku impor.
Adapun dari sisi rekomendasi, Wafi memberikan rating hold untuk saham KAEF dengan target harga Rp 500. Sementara itu, Azis memilih bersikap wait and see terhadap pergerakan saham ini, sambil mencermati keberlanjutan perbaikan kinerja perusahaan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













