Reporter: Anna Suci Perwitasari | Editor: Anna Suci Perwitasari
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Bursa Asia mayoritas menguat pada perdagangan pagi ini. Senin (6/4/2026) pukul 08.21 WIB, indeks Nikkei 225 melonjak 1,09% di 53.701,91. Sementara, indeks Kospi melonjak 1,34% ke 5.449,13.
Di sisi lain, FTSE Straits Times menguat 0,25% ke 4.959,98 dan FTSE Malay KLCI turun 0,12% ke 1.693,43.
Pasar Asia-Pasifik dibuka menguat tipis mengikuti pergerakan reli Wall Street usai libur panjang Paskah di pekan lalu. Di saat yang sama, investor menunggu pidato Donald Trump, di tengah harapan bahwa dia ingin mengakhiri perang melawan Iran.
Saham Jepang dan Korea Selatan naik, sementara sebagian besar pasar Asia tutup karena libur, karena investor menganalisis perkembangan terbaru dalam konflik Timur Tengah selama akhir pekan.
Baca Juga: Intip Rekomendasi Saham dan Prospek Emiten Rumah Sakit di 2026
Presiden Donald Trump pada hari Minggu (5/4/2026) mengeluarkan serangkaian ancaman baru untuk menyerang pembangkit listrik dan infrastruktur sipil Iran mulai Selasa, jika Teheran gagal membuka kembali sepenuhnya Selat Hormuz.
Jalur minyak utama antara Iran dan Semenanjung Arab ini menangani sekitar seperlima pasokan minyak dunia sebelum perang antara AS-Israel dan Iran dimulai pada 28 Februari.
Dalam unggahan media sosial yang penuh dengan kata-kata kasar, Trump bersumpah akan membawa "Neraka" ke Iran setelah pasukan AS menyelamatkan seorang pilot Amerika di Iran pekan lalu.
Ia kemudian mengunggah tentang tenggat waktu "Selasa pukul 8 malam Waktu Bagian Timur" tanpa memberikan penjelasan lebih lanjut. Gedung Putih pada hari Minggu mengatakan kepada MS NOW bahwa tanggal tersebut adalah batas waktu baru bagi Iran untuk mencapai kesepakatan dengan AS.
Trump mengatakan dia akan mengadakan konferensi pers "dengan Militer" di Ruang Oval pada pukul 1 siang hari Senin.
Iran telah menolak ultimatum Trump untuk membuka kembali Selat Hormuz, dengan mengatakan bahwa jalur air penting itu hanya akan dibuka kembali sepenuhnya setelah kerusakan akibat perang diganti. Teheran terus melakukan serangan terhadap target ekonomi dan infrastruktur di wilayah Teluk yang berdekatan, termasuk markas minyak Kuwait.
Baca Juga: Cek Rekomendasi Saham Emiten Migas Saat Harga Minyak Mendidih
Delapan anggota OPEC+ menaikkan kuota produksi pada hari Minggu sebesar 206.000 barel per hari untuk bulan Mei, meskipun langkah tersebut tampaknya sebagian besar bersifat simbolis karena perang telah membatasi pengiriman dari beberapa anggota.
Harga minyak mentah West Texas Intermediate AS untuk bulan Mei naik 2,57% menjadi US$ 114,11 per barel. Patokan internasional minyak mentah Brent naik sekitar 2,62% menjadi US$ 111,65 per barel pada pukul 19:51 ET.
Banyak pasar di Asia tutup pada hari Senin karena hari libur, karena Australia, Selandia Baru, dan Hong Kong merayakan Paskah. Sementara di China daratan dan Taiwan merayakan Festival Qingming, hari raya membersihkan makam.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News












