kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.488.000   -13.000   -0,52%
  • USD/IDR 16.707   7,00   0,04%
  • IDX 8.647   2,68   0,03%
  • KOMPAS100 1.194   -2,61   -0,22%
  • LQ45 847   -5,47   -0,64%
  • ISSI 309   -0,04   -0,01%
  • IDX30 437   -2,15   -0,49%
  • IDXHIDIV20 510   -4,16   -0,81%
  • IDX80 133   -0,62   -0,47%
  • IDXV30 139   0,36   0,26%
  • IDXQ30 140   -0,77   -0,54%

RIMO: 17 calon pembeli right issue miliki dana


Rabu, 06 Januari 2016 / 19:34 WIB
RIMO: 17 calon pembeli right issue miliki dana


Reporter: Andy Dwijayanto | Editor: Yudho Winarto

JAKARTA. PT Rimo Internasional Lestari Tbk (RIMO) menyatakan 17 calon pembeli siaga terkait pelaksanaan PUT I memiliki kesiapan dana. Hal ini dipastikan setelah para pembeli siaga telah membuat surat pernyataan untuk mendukung kesiapan dana mereka.

"Apabila Pembeli siaga nantinya memiliki saham yang cukup material, maka pembeli siaga berkomitmen akan membantu memaksimalkan nilai perusahaan dengan membuka jaringan bisnisnya sehingga bisa memberi kontribusi baik yang tangible maupun yang intangible (strategic dan financial) guna pengembangan bisnis perseroan ke depan," ujar Henry Purwanto, Direktur Utama RIMO dalam keterbukaan, Rabu (6/1).

RIMO menyatakan bahwa pembeli siaga akan menjadi pemegang saham pengendali perseroan hanya bila pemegang saham lama tidak mengambil haknya. Dalam PUT I perseroan, potensi dilusi cukup besar, dimana dilusi akan mencapai maksimum 98,81% dan potensi kepemilikan saham masyarakat menjadi hanya 135.098.500 saham atau 0,47% dari total kepemilikan saham saja.

"Perseroan dan pemegang saham perseroan akan tetap comply dan mematuhi semua peraturan yang berlaku mengenai saham publik, dimana jumlah saham yang dimiliki oleh pemegang saham bukan pengendali dan bukan pemegang saham utama paling kurang 50.000.000 saham dan paling kurang 7,5% dari jumlah saham dalam modal disetor," lanjutnya.

RIMO mempertimbangkan agar saham perseroan ke depannya harus lebih likuid dan banyak dimiliki oleh masyarakat yakni investor publik ritel dan institusi. Bahkan perseroan juga menginginkan agar perdagangan saham perseroan di Bursa efek Indonesia (BEI) lebih likuid dan lebih besar volumenya.

Tujuh belas perusahaan yang akan menjadi pembeli siaga RIMO adalah PT Triversa Internasional, PT Karya Abadi Mulya Kencana, PT Benua Indah Persada, PT Pesona Mega Jaya, PT Blessindo Prima Mandiri, PT Cemerlang Kreasi Tama, PT Karya Sejati Indah Cemerlang, dan PT Karunia Jaya.

Ada pula PT Kemilau Inti Semesta, PT Mutiara Persada Prima, PT Sempurna Anugerah Persada, PT Panca Pesona Katulistiwa, PT Prima Persada Mandiri, PT Nieltha Tama, PT Bintang Graha Selaras, PT Kencana Nusa Sejahtera, dan PT Mulia Mega Persada.

RIMO akan menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa pada 29 Januari 2016 untuk meminta restu rights issue. Emiten ini menargetkan tanggal distribusi saham rights issue pada 12 Februari 2016.

Sebelumnya, Nurhaida, Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, OJK mengatakan, pihaknya sedang mempelajari kewajaran dan prosedur penerbitan saham dengan hak memesan efek terlebih dahulu RIMO. Pasalnya, OJK masih menunggu beberapa dokumen yang belum dilengkapi.

"RIMO sedang dalam proses melengkapi dokumen, ada beberapa dokumen mengenai penilaian dan lain-lain. Itu juga akan kami lihat dari sisi apakah ada kewajaran dari nilai yang disampaikan dan lain-lain," kata Nurhaida, Senin (4/1).

Bila dokumen lengkap dan sudah sesuai dengan ketentuan, OJK bisa meneken izin rights issue RIMO. Namun, OJK masih me-review klausul RIMO dan belum ada keputusan terkait hal itu. "Karena kalau, katakanlah ada sesuatu yang disampaikan, walaupun sudah muncul di keterbukaan tapi ada hal yang harus diperdalam lebih jauh, pasti akan kami tanyakan," lanjutnya. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×