CLOSE [X]
kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.632.000   22.000   0,84%
  • USD/IDR 17.880   -62,00   -0,35%
  • IDX 6.340   108,24   1,74%
  • KOMPAS100 839   16,49   2,00%
  • LQ45 637   8,89   1,42%
  • ISSI 218   3,63   1,69%
  • IDX30 358   3,90   1,10%
  • IDXHIDIV20 444   3,51   0,80%
  • IDX80 96   1,59   1,69%
  • IDXV30 119   0,82   0,69%
  • IDXQ30 115   1,03   0,91%

Reli Terhenti, Harga Minyak Mentah Anjlok di Tengah Peningkatan Stok Minyak AS


Jumat, 21 Januari 2022 / 10:02 WIB
ILUSTRASI. Harga minyak mentah anjlok 3% pada perdagangan pagi ini (21/1)


Sumber: Reuters | Editor: Anna Suci Perwitasari

KONTAN.CO.ID - TOKYO. Harga minyak jatuh pada awal perdagangan pada hari ini. Katalis negatif bagi minyak datang karena peningkatan stok minyak mentah dan bahan bakar Amerika Serikat (AS) mendorong investor untuk mengambil keuntungan dari reli yang berlangsung sejak awal pekan ini.

Jumat (21/1) pukul 09.30 WIB, harga minyak mentah berjangka jenis Brent untuk kontrak pengiriman Maret 2022 anjlok 2,8% ke US$ 85,92 per barel. Bahkan, di awal perdagangan Brent sempat ambles 3%, koreksi terbesar sejak 20 Desember.

Setali tiga uang, harga minyak mentah berjangka jenis West Texas Intermediate (WTI) untuk kontrak pengiriman Maret 2022 ambles 3,1% menjadi US$ 82,94 per barel. Kontrak tersebut sebelumnya turun 3,2%, juga terbesar sejak 20 Desember,

Reli harga minyak mentah baru-baru ini tampaknya kehabisan tenaga pada hari Kamis, ketika Brent dan WTI mengakhiri sesi perdagangan dengan pelemahan tipis. Kedua tolok ukur telah naik lebih dari 10% sepanjang tahun ini, di tengah kekhawatiran atas ketatnya pasokan.

Baca Juga: Reli Harga Minyak Mentah Terhenti Meski Kekhawatiran Pasokan Masih Mendominasi

"Investor membuat penyesuaian jangka pendek di posisi mereka setelah peningkatan persediaan AS dan menjelang akhir pekan," kata Hiroyuki Kikukawa, General Manager of Research Nissan Securities.

Sementara itu, berdasarkan data Energy Information Administration (EIA), persediaan bensin di Amerika Serikat (AS), konsumen minyak terbesar dunia, naik 5,9 juta barel, ke level tertinggi sejak Februari 2021. Stok minyak mentah naik 515.000 barel pekan lalu, melawan ekspektasi pasar.

EIA juga melaporkan sedikit penurunan dalam pengoperasian kilang, menunjukkan permintaan minyak mentah yang lebih rendah.

Jatuhnya pasar saham juga berdampak pada pasar minyak mentah karena investor menjadi semakin khawatir tentang kebijakan bank sentral menaikkan suku bunga tahun ini untuk memerangi inflasi. Pada sesi perdagangan sebelumnya, indeks Nasdaq turun 1,3% dan indeks Nikkei 225 di Jepang koreksi 1,7% di awal perdagangan hari ini.

"Kemerosotan pasar saham di tengah kekhawatiran bahwa Federal Reserve mungkin secara agresif bergerak untuk menaikkan suku bunga tahun ini juga membebani sentimen", kata Chiyoki Chen, Chief Analyst di Sunward Trading.

Kekhawatiran pasokan minyak meningkat minggu ini setelah kelompok Houthi Yaman menyerang Uni Emirat Arab, produsen terbesar ketiga OPEC. Di saat bersamaan, Rusia, produsen minyak terbesar kedua di dunia, terus menambah pasukan di dekat perbatasan Ukraina, memicu kekhawatiran invasi.

Namun,  International Energy Agency (IEA) mengatakan pada hari Rabu bahwa pasokan minyak akan segera menyusul permintaan karena beberapa produsen akan memompa pada atau di atas tertinggi sepanjang masa, sementara permintaan bertahan meskipun penyebaran varian virus corona Omicron.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Strategi Implementasi PP 20 tahun 2026 (PPh Final UMKM) dan Mitigasi Risiko SP2DK

[X]
×