kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.689.000   -24.000   -0,88%
  • USD/IDR 18.012   53,00   0,30%
  • IDX 5.886   -16,34   -0,28%
  • KOMPAS100 775   -7,40   -0,95%
  • LQ45 587   -2,64   -0,45%
  • ISSI 201   -0,63   -0,31%
  • IDX30 334   -0,77   -0,23%
  • IDXHIDIV20 414   0,55   0,13%
  • IDX80 88   -0,64   -0,72%
  • IDXV30 110   -0,60   -0,54%
  • IDXQ30 108   0,47   0,44%

Rating Adhi Karya (ADHI) idA-, Prospek Direvisi Jadi CreditWatch Berimplikasi Negatif


Rabu, 11 Maret 2026 / 09:48 WIB
Rating Adhi Karya (ADHI) idA-, Prospek Direvisi Jadi CreditWatch Berimplikasi Negatif
ILUSTRASI. Peringkat idA- ADHI ditegaskan Pefindo, namun prospeknya kini 'CreditWatch negatif


Reporter: Vendy Yhulia Susanto | Editor: Anna Suci Perwitasari

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) menegaskan peringkat idA- untuk PT Adhi Karya Tbk (ADHI), Obligasi Berkelanjutan (PUB) III, dan Obligasi PUB IV. 

“Prospek peringkat perusahaan direvisi menjadi CreditWatch dengan implikasi negatif,” ujar William Siregar & Yogie Perdana, Analis Pefindo dalam keterangan resmi, Selasa (10/3/2026). 

Hal itu mencerminkan meningkatnya risiko likuiditas ADHI, seiring dengan ketidakmampuan perusahaan dalam mendapatkan persetujuan dari pemegang Obligasi Berkelanjutan III untuk mengabaikan kewajiban batasan keuangan. Sehingga perusahaan saat ini menjalani periode perbaikan sampai dengan akhir Juni 2026. 

Baca Juga: Pendiri BitMEX Arthur Hayes: Saya Tidak Akan Bertaruh US$1 pada Bitcoin Saat Ini

Peringkat perusahaan mencerminkan pandangan Pefindo mengenai peran penting ADHI bagi pemerintah, posisi pasar ADHI yang kuat, dan keuntungan sebagai perusahaan konstruksi milik negara. 

“Namun peringkat dibatasi oleh leverage yang tinggi, risiko eksekusi terkait dengan pertumbuhan order book, dan lingkungan bisnis yang volatil,” tulis Pefindo dalam laporannya. 

Pefindo mengatakan ketidakmampuan perusahaan dalam menyelesaikan pelanggaran covenant tersebut dapat memicu kewajiban pelunasan dipercepat atas obligasi yang masih beredar, yang berpotensi semakin menekan likuiditas dan profil kredit perusahaan. Serta dapat berujung pada penurunan peringkat yang substansial. 

Sebaliknya, prospek dapat direvisi menjadi stabil tanpa perubahan peringkat jika ADHI berhasil mengatasi tantangan terkait pemenuhan kewajiban batasan keuangan obligasi serta menunjukkan penyangga likuiditas yang lebih kuat, khususnya melalui realisasi arus kas masuk dari piutang yang masih outstanding atas proyek – proyek yang telah diselesaikan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Langganan Business Insight Supply Chain End-to-End: From Forecast to Customer Value

[X]
×