kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.689.000   -24.000   -0,88%
  • USD/IDR 18.012   53,00   0,30%
  • IDX 5.886   -16,34   -0,28%
  • KOMPAS100 775   -7,40   -0,95%
  • LQ45 587   -2,64   -0,45%
  • ISSI 201   -0,63   -0,31%
  • IDX30 334   -0,77   -0,23%
  • IDXHIDIV20 414   0,55   0,13%
  • IDX80 88   -0,64   -0,72%
  • IDXV30 110   -0,60   -0,54%
  • IDXQ30 108   0,47   0,44%

Tingkatkan Kapasitas Produksi, Simak Rekomendasi Saham Bumi Resources (BRMS)


Kamis, 11 Juni 2026 / 18:37 WIB
Tingkatkan Kapasitas Produksi, Simak Rekomendasi Saham Bumi Resources (BRMS)
ILUSTRASI. PT Bumi Resources Minerals Tbk (Dok/BRMS)


Reporter: Vendy Yhulia Susanto | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS) mencatat kinerja positif pada kuartal I – 2026. Peningkatan produksi menjadi katalis pendorong kinerja BRMS ke depan. 

Rizal Rafly, Analis Ajaib Sekuritas Asia melihat kemajuan operasional kawasan tambang PT Citra Palu Mineral (CPM) yang berkelanjutan di seluruh area pengembangan utama.

CPM yang merupakan anak usaha BRMS tetap menjadi aset inti perusahaan, yang mendukung pertumbuhan produksi jangka pendek sekaligus bertransisi menuju profil penambangan bawah tanah yang berkualitas lebih tinggi.

Perluasan pabrik 1 carbon-in-leach (CIL) dari 500 ton per hari menjadi 2.000 ton per hari berjalan sesuai rencana untuk penyelesaian. 

Baca Juga: Dipengaruhi Tingkat Produksi, Simak Rekomendasi Saham Amman Mineral (AMMN)

“Pada semester kedua tahun 2026, hal ini mendukung pertumbuhan,” ujar Rizal dalam risetnya pada 30 April 2026.  

Rizal menilai secara paralel, konstruksi tambang emas bawah tanah (underground/UG) telah maju dengan penggalian sumur yang sedang berlangsung, pembangunan paste plant, dan pengembangan lateral.

Ini meletakkan dasar untuk peralihan yang direncanakan dari operasi tambang terbuka ke operasi UG mulai tahun 2027.

Sementara itu, aktivitas dorongan balik yang berkelanjutan untuk mengakses zona dengan kadar lebih tinggi telah mengakibatkan pengenceran kadar sementara pada kuartal keempat tahun 2025 sampai kuartal kedua tahun 2026.

Namun tetap penting untuk mengoptimalkan urutan penambangan dan membuka nilai di masa depan. 

Rizal menambahkan, pabrik pengolahan dengan metode heap-leach telah selesai pada bulan Desember 2025 tetapi masih dalam fase uji coba, dengan pengoperasian bergantung pada kesiapan lapangan.

Baca Juga: Rupiah dalam Tren Melemah, Simak Rekomendasi Saham Sektor Konsumer

Setelah beroperasi, infrastruktur ini akan memproses bijih dengan kadar rendah (kurang dari 0,8 gram per ton), mendukung optimalisasi sumber daya dan perpanjangan umur tambang meskipun tingkat pemulihan lebih rendah. 

Sementara itu, proyek Mineral Gorontalo terus berkembang sebagai pilar pertumbuhan kedua, menargetkan pengumuman sumber daya dan cadangan yang sesuai dengan standar Joint Ore Reserves Committee (JORC) pada semester pertama tahun 2027.

Analis UBS Sekuritas Indonesia, Igor Putra mencatat harga emas yang kuat mengimbangi volume penjualan yang lebih rendah dan biaya tunai yang lebih tinggi secara berurutan pada kuartal I – 2026, sebagian besar karena aktivitas pemindahan proyek.

BRMS memiliki rasio solvabilitas dan arus kas yang lebih baik pada kuartal I – 2026, dengan rasio cakupan EBITDA terhadap bunga meningkat menjadi 5 kali dan arus kas bebas (FCFF) negatif menyempit menjadi US$ 2 juta dari US$ 33 juta pada kuartal I – 2025.

Hasil itu menggambarkan posisi BRMS yang kuat dan sesuai harapan. 

Igor mengatakan, operasi penambangan emas terbuka River Reef di Poboya, Palu mendominasi narasi peningkatan produksi emas pada kuartal pertama tahun 2026.

Baca Juga: Simak Rekomendasi Saham Hari Ini Saat Bursa Masih Banyak Tekanan

Kadar emas yang diproses pada kuartal pertama tahun 2026 adalah 1,4 g/t, naik dari 1,3 g/t pada kuartal keempat tahun 2025 dan di bawah 1,6 g/t pada kuartal pertama tahun 2025.

Operasi tersebut menyebabkan volume penjualan emas yang lebih rendah dan biaya tunai yang lebih tinggi secara berurutan pada kuartal pertama tahun 2026. 

Igor memperkirakan operasi penambangan akan selesai pada akhir Mei atau awal Juni 2026, yang kemungkinan akan mengakibatkan kinerja operasional yang lemah pada kuartal II – 2026.

 

Hal ini menunjukkan bahwa pada semester II – 2026, mungkin akan terjadi lonjakan produksi emas, yang didorong oleh peningkatan kadar emas yang diproses. Sementara pendapatan meningkat, karena biaya tunai yang lebih rendah. 

“Kami menyukai prospek peningkatan kadar emas BRMS dan monetisasi tembaga di masa depan,” ucap Igor dalam risetnya pada 1 Mei 2026.  

Baca Juga: IHSG Masih Rawan Koreksi, Simak Rekomendasi Saham dari MNC Sekuritas (8/6)

Analis KB Valbury Sekuritas, Ashalia Fitri Yuliana mengatakan beberapa katalis kunci yang diharapkan dapat mendukung pertumbuhan kinerja BRMS. Antara lain penyelesaian aktivitas pushback di River Reef pada Mei–Juni 2026.




TERBARU
Kontan Academy
Langganan Business Insight Supply Chain End-to-End: From Forecast to Customer Value

[X]
×