kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 3.087.000   40.000   1,31%
  • USD/IDR 16.882   7,00   0,04%
  • IDX 7.441   0,11   0,00%
  • KOMPAS100 1.034   -3,70   -0,36%
  • LQ45 757   -3,16   -0,42%
  • ISSI 263   0,12   0,04%
  • IDX30 400   -1,30   -0,32%
  • IDXHIDIV20 493   -1,98   -0,40%
  • IDX80 116   -0,49   -0,42%
  • IDXV30 134   -0,59   -0,44%
  • IDXQ30 129   -0,30   -0,23%

Pendiri BitMEX Arthur Hayes: Saya Tidak Akan Bertaruh US$1 pada Bitcoin Saat Ini


Rabu, 11 Maret 2026 / 09:46 WIB
Pendiri BitMEX Arthur Hayes: Saya Tidak Akan Bertaruh US$1 pada Bitcoin Saat Ini
ILUSTRASI. Bitcoin (Romain Costaseca/Hans Lucas via Reuters)


Sumber: Cointelegraph | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - Arthur Hayes, salah satu pendiri BitMEX dan sebelumnya memproyeksikan harga Bitcoin mencapai US$250.000 tahun ini, menyatakan bahwa dia lebih memilih menunggu daripada berinvestasi di Bitcoin saat ini.

Ia berencana menahan diri hingga bank sentral Amerika Serikat (AS) atau The Fed mulai melonggarkan kebijakan moneternya.

“Kalau saya punya $1 untuk diinvestasikan sekarang, apakah saya akan menaruhnya di Bitcoin? Tidak. Saya akan menunggu,” kata Hayes dalam podcast Coin Stories dilansir dari Cointelegraph Rabu (11/3/2026).

Baca Juga: IHSG Menguat ke 7.508,6 di Pagi Ini (11/3), Top Gainers LQ45: BRPT, EXCL, ADMR

Hayes menekankan, semakin lama konflik berlangsung, semakin besar kemungkinan The Fed harus mencetak uang untuk mendukung operasi militer AS.

Dia berencana mulai membeli Bitcoin saat bank sentral mulai mencetak uang.

“Itulah saatnya saya akan membeli Bitcoin ketika bank sentral mulai mencetak uang.”

Menurut Hayes, meski ada yang berpendapat “perang bagus untuk Bitcoin,” pandangan yang lebih tepat adalah “pencetakan uang bagus untuk Bitcoin.”

Hayes juga menyatakan ketidakpastiannya apakah Bitcoin sudah mencapai titik terendahnya. Saat ini, Bitcoin diperdagangkan di level $69.926, turun 45% dari rekor tertinggi Oktober sebesar US$126.000.

Hayes memperingatkan ketegangan geopolitik yang terus berlangsung bisa menekan harga lebih rendah lagi.

“Dengan perang yang tidak menguntungkan antara AS dan Iran, saya pikir semakin lama ini berlangsung, bisa terjadi aksi jual besar-besaran di pasar saham dan Bitcoin,” ujarnya.

Baca Juga: Rupiah Dibuka Menguat ke Rp 16.851 Per Dolar AS Hari Ini (11/3), Asia Bervariasi

Prediksi US$250.000 Bitcoin untuk 2026

Hayes memperkirakan konflik yang berkepanjangan dapat mendorong Bitcoin turun di bawah US$60.000, yang bisa memicu “efek likuidasi berantai yang besar.”

Bitcoin sempat menyentuh level US$60.000 pada 6 Februari sebelum bergerak ke tren naik ringan.

Meskipun demikian, Hayes tetap mempertahankan prediksi jangka panjangnya bahwa Bitcoin bisa mencapai US$250.000 pada akhir tahun 2026.

Sementara itu, analis lain lebih optimistis untuk jangka pendek. Michaël van de Poppe menyebutkan adanya keuntungan bagi Bitcoin dari “lonjakan kuat” di Nasdaq.

Baca Juga: Bursa Asia Mayoritas Menguat di Pagi Ini (11/3), Indeks Kospi Melonjak 3,22%

“Tidak banyak alasan tersisa untuk ketidakpastian, dan berdasarkan prinsip itu, saya percaya kita akan melihat lebih banyak kenaikan di Bitcoin dan Altcoin dalam periode mendatang,” kata van de Poppe.

Hayes menambahkan bahwa ia tidak mengantisipasi akan ada banyak tahun lagi ketika Bitcoin berada “di bawah US$100.000.”

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Financial Statement in Action

[X]
×