kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.713.000   -20.000   -0,73%
  • USD/IDR 17.981   22,00   0,12%
  • IDX 5.967   64,45   1,09%
  • KOMPAS100 789   6,77   0,87%
  • LQ45 597   7,39   1,25%
  • ISSI 204   1,90   0,94%
  • IDX30 340   4,55   1,36%
  • IDXHIDIV20 420   6,71   1,62%
  • IDX80 89   0,96   1,09%
  • IDXV30 113   1,72   1,55%
  • IDXQ30 109   1,81   1,68%

Bursa Asia Terkoreksi Kamis (11/6), Serangan Baru AS ke Iran Angkat Harga Minyak


Kamis, 11 Juni 2026 / 08:28 WIB
Bursa Asia Terkoreksi Kamis (11/6), Serangan Baru AS ke Iran Angkat Harga Minyak
ILUSTRASI. JAPAN-STOCKS (AFP/PHILIP FONG)


Sumber: Reuters | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - Bursa saham Asia melemah pada perdagangan Kamis (11/6/2026) seiring berlanjutnya aksi jual saham teknologi global setelah inflasi Amerika Serikat (AS) meningkat lebih tinggi dari perkiraan.

Di saat yang sama, ketegangan geopolitik kembali memanas setelah AS melancarkan serangan baru ke Iran yang mendorong kenaikan harga minyak dunia.

Baca Juga: Rawan Aksi Profit Taking, IHSG Berpeluang Koreksi Wajar Hari Ini

Mengutip Reuters, indeks MSCI Asia Pacific di luar Jepang turun 0,9%. Pelemahan dipimpin oleh indeks KOSPI Korea Selatan yang anjlok 3%.

Kontrak berjangka indeks S&P 500 juga melemah 0,3%, mengindikasikan sentimen pasar yang masih berhati-hati terhadap aset berisiko.

Militer AS pada Rabu (10/6) malam melancarkan serangan baru terhadap sejumlah target di Iran, hanya beberapa jam setelah Presiden Donald Trump mengancam akan melakukan serangan lanjutan apabila kesepakatan damai tidak tercapai.

Sebagai respons, Iran mengumumkan penutupan Selat Hormuz, salah satu jalur distribusi energi terpenting di dunia.

Situasi tersebut mendorong harga minyak Brent naik 2% menjadi US$ 94,93 per barel pada awal perdagangan Asia.

Baca Juga: Menguat Dua Hari Terakhir, Bagaimana Prospek IHSG Sampai Akhir Semester I-2026?

Analis menilai, saham-saham teknologi Asia yang sebelumnya mencatat reli kuat dalam dua bulan terakhir berpotensi melanjutkan koreksi karena investor mulai mempertanyakan keberlanjutan pertumbuhan laba yang selama ini menopang kenaikan harga saham.

Strategis Kuantitatif Asia Bernstein Rupal Agarwal mengatakan, valuasi saham teknologi di Korea Selatan, Taiwan, dan kawasan Asia secara umum sudah berada pada level yang cukup tinggi.

"Harapan pasar terhadap pertumbuhan laba sudah sangat optimistis. Dengan valuasi yang mahal, kondisi ini membuat saham-saham tersebut rentan terhadap koreksi lebih lanjut," tulis Agarwal dalam catatannya kepada klien.

Ia menambahkan bahwa meningkatnya kembali konflik geopolitik berpotensi mempercepat aksi pelepasan saham-saham yang sebelumnya mengalami kenaikan signifikan.

Pada perdagangan Rabu (10/6), indeks S&P 500 ditutup turun 1,6%, sementara Nasdaq Composite melemah 2% setelah data menunjukkan inflasi AS meningkat pada Mei 2026 ke level tertinggi sejak April 2023.

Kenaikan inflasi tersebut memperkuat pandangan bahwa Federal Reserve (The Fed) akan mempertahankan kebijakan suku bunga tinggi lebih lama.

Baca Juga: IHSG Menuju 6.000? Simak Proyeksi dan Rekomendasi Saham dari BRI Danareksa

Di pasar valuta asing, indeks dolar AS yang mengukur kekuatan greenback terhadap enam mata uang utama dunia bertahan di level 100,03.

Permintaan terhadap aset safe haven telah mendorong dolar AS menguat ke level tertinggi sejak AS dan Iran mulai melakukan negosiasi gencatan senjata pada awal April lalu.

Sementara itu, pasar mulai meningkatkan ekspektasi terhadap peluang kenaikan suku bunga The Fed.

Berdasarkan CME FedWatch Tool, probabilitas kenaikan suku bunga pada pertemuan The Fed Oktober 2026 meningkat menjadi 51,6%, dibandingkan 50,1% sehari sebelumnya yang memperkirakan suku bunga baru akan naik pada Desember.

Imbal hasil obligasi pemerintah AS tenor 10 tahun juga naik 2,6 basis poin menjadi 4,564%.

Baca Juga: Simak Rekomendasi Teknikal Saham ACES, INCO, TLKM untuk Kamis (11/6)

Di pasar aset digital, harga Bitcoin turun 0,5% ke US$ 61.445,19, sementara Ether melemah 0,6% menjadi US$ 1.619,04.

Adapun harga emas spot turun 0,3% menjadi US$ 4.059,59 per ons troi, melanjutkan tren pelemahan di tengah meningkatnya ekspektasi suku bunga tinggi dan lonjakan harga energi.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Langganan Business Insight Supply Chain End-to-End: From Forecast to Customer Value

[X]
×