CLOSE [X]
kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.632.000   22.000   0,84%
  • USD/IDR 17.880   -62,00   -0,35%
  • IDX 6.340   108,24   1,74%
  • KOMPAS100 839   16,49   2,00%
  • LQ45 637   8,89   1,42%
  • ISSI 218   3,63   1,69%
  • IDX30 358   3,90   1,10%
  • IDXHIDIV20 444   3,51   0,80%
  • IDX80 96   1,59   1,69%
  • IDXV30 119   0,82   0,69%
  • IDXQ30 115   1,03   0,91%

Punya fundamental solid, begini prospek komoditas tambang logam ke depan


Senin, 29 November 2021 / 15:33 WIB
ILUSTRASI. Pertambangan nikel PT PAM Mineral Tbk (NICL). Punya fundamental solid, begini prospek komoditas tambang logam ke depan


Reporter: Akhmad Suryahadi | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Komoditas logam, khususnya nikel dan timah, diproyeksi masih punya fundamental yang solid hingga tahun depan.  Analis BRIDanareksa Sekuritas Stefanus Darmagiri memperkirakan, solidnya harga komoditas logam dasar seperti nikel dan timah akan berlanjut hingga semester pertama tahun depan.

Setidaknya, ada dua faktor yang mempengaruhi harga komoditas logam.

Pertama, permintaan nikel global yang kuat.

Kedua, kekhawatiran atas pasokan nikel global seiring adanya penghentian produksi sementara dan pembatasan listrik yang berdampak pada produksi nickel pig iron (NPI) di China.

Baca Juga: Ramai larangan ekspor komoditas logam, bagaimana prospek emiten logam selanjutnya?

Saat ini harga nikel dunia telah naik sekitar 24% secara year-to-date (ytd). Kenaikan ini ditengarai oleh sejumlah hal. Meningkatnya permintaan nikel dari sektor industri dan menipisnya persediaan nikel global.

Persediaan nikel gabungan, baik di  London Metal Exchange (LME) dan Shanghai Futures Exchanges (SHFE) melorot 47,6% ytd menjadi 138.704 ton.

Selain itu, terjadi gangguan pasokan nikel global yang disebabkan oleh pemogokan buruh yang terjadi baru-baru ini di operasi penambangan Vale Sudbury di Kanada pada bulan Juni dan Juli 2021 silam.

Harga nikel sepanjang tahun ini juga dipengaruhi penutupan sementara dua area penambangan di Norilsk Nickel setelah terjadinya banjir.

Baca Juga: Ekspor timah dan tembaga bakal dilarang, ini dampaknya ke emiten komoditas mineral

Stefanus menilai, pembatasan daya (aliran listrik) akan berdampak pada permintaan nikel dengan menurunnya produksi baja antikarat atau stainless steel di China. Namun, pemulihan ekonomi global akan membantu mempertahankan produksi baja antikarat di luar wilayah China.

Dengan dampak limpahan dari kekhawatiran pasokan nikel akibat pandemi serta pembatasan listrik yang berdampak pada produksi NPI di China, Stefanus memperkirakan harga nikel global yang solid sepanjang paruh pertama 2022 sebelum melemah pada paruh kedua 2022.

“Kami mengasumsikan harga nikel rata-rata sebesar US$ 18.000 per ton untuk tahun 2021 dan 2022,” tulis Stefanus dalam riset, Kamis (25/11).




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Strategi Implementasi PP 20 tahun 2026 (PPh Final UMKM) dan Mitigasi Risiko SP2DK

[X]
×