Reporter: Dimas Andi | Editor: Noverius Laoli
KONTAN.CO.ID -JAKARTA. Prospek kinerja Petrosea Tbk (PTRO) dipandang cukup menjanjikan seiring langkah ekspansi yang gencar dilakukan oleh emiten terafiliasi Prajogo Pangestu tersebut.
Untuk menopang ekspansi, PTRO mendapat kucuran dana dari fasilitas kredit perbankan pelat merah.
Dalam keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia (BEI), PTRO dan PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) menandatangani perjanjian berupa fasilitas-fasilitas berjangka dengan jumlah maksimum Rp 2,5 triliun pada Kamis (28/8) kemarin.
Fasilitas kredit ini memiliki jangka waktu 8 tahun sejak penandatanganan perjanjian fasilitas.
Baca Juga: Petrosea (PTRO) Dapat Fasilitas Kredit Rp 2,5 Triliun dari Bank Mandiri
“Fasilitas-fasilitas akan dimanfaatkan untuk mendukung belanja modal dan penguatan modal kerja dalam rangka pengembangan usaha di lini bisnis engineering, procurement, and construction (EPC),” tulis Anto Broto, Sekretaris Perusahaan PT Petrosea Tbk dalam keterbukaan informasi, Jumat (29/8).
Lebih lanjut, PTRO akan menggunakan fasilitas-fasilitas pinjaman dari kreditur untuk meningkatkan kinerja operasional dan keuangan perusahaan. Fasilitas-fasilitas ini memberikan dampak positif terhadap kelangsungan usaha perusahaan.
Manajemen PTRO juga menyebut, pelaksanaan transaksi tersebut akan memperkuat kinerja perusahaan dan tidak memiliki dampak material terhadap kegiatan operasional, hukum, kondisi keuangan, atau kelangsungan usaha perusahaan.
Baca Juga: Petinggi Petrosea Kompak Borong Saham PTRO, Apa Tujuannya?
Senior Market Analyst Mirae Asset Sekuritas Indonesia Nafan Aji Gusta mengatakan, pemberian fasilitas kredit tersebut akan menguntungkan bagi PTRO lantaran akan memudahkan mereka untuk merealisasikan rencana-rencana bisnisnya, termasuk pengembangan usaha EPC.
“Tentunya ini akan berdampak positif bagi kelangsungan usaha PTRO,” ujar dia, Jumat (29/8).
Dia menambahkan, Manajemen PTRO perlu memastikan bahwa pendanaan yang didapat benar-benar ditujukan untuk mendukung ekspansi bisnis sekaligus peningkatan kinerja keuangan, bukan hanya sekadar menambah pengeluaran operasional. Jika komitmen tersebut dilaksanakan, niscaya neraca keuangan PTRO tetap terjaga.
Investment Analyst Edvisor Provina Visindo Indy Naila menambahkan, secara umum kinerja PTRO masih rawan terganggu oleh tekanan dari harga Batubara yang bergerak fluktuaktif.
Namun, agenda ekspansi yang aktif dilakukan PTRO akan menjadi modal berharga bagi perusahaan tersebut dalam meningkatkan pendapatannya dalam jangka panjang.
“Reputasi PTRO juga dapat menopang kinerja harga saham maupun kinerja fundamental emiten tersebut,” tutur dia, Jumat (29/8).
Baca Juga: PTRO dan RAJA Kompak Akuisisi Dua Perusahaan Grup Hafar, Simak Rekomendasi Sahamnya
Sebelum mendapat kucuran dana dari Bank Mandiri, pekan lalu PTRO berkongsi dengan PT Rukun Raharja Tbk (RAJA) untuk mengakuisisi dua perusahaan milik Grup Hafar, yakni PT Hafar Daya Konstruksi dan PT Hafar Daya Samudera.
Dalam Kongsi ini, anak usaha PTRO yang begerak di bidang EPC yakni PT Petrosea Engineering Procurement Construction (Petrosea EPC) menggelontorkan dana Rp 399 miliar untuk akuisisi dua perusahaan Grup Hafar.
Rinciannya, dana sebesar Rp 239,92 miliar untuk membeli 51% saham Hafar Daya Konstruksi. Adapun dana Rp 159,59 miliar digunakan Petrosea EPC untuk membeli 327.930 saham Hafar Daya Samudera atau 51% dari modal disetor dan ditempatkan.
Baca Juga: Pemegang Saham Petrosea Melepas 240 Juta Saham PTRO untuk Mengerek Free Float
Indy menyebut, saham PTRO layak dicermati dengan target harga di level Rp 4.220 per saham. Sementara itu, Nafan menyarankan tambah (add) saham PTRO dengan target harga di level Rp 4.710 per saham.
Selanjutnya: JK Peringatkan Anggota DPR Jangan Asal Bicara dan Hina Masyarakat
Menarik Dibaca: Ide Meja Rias Kamar Mandi Kecil, Mewah dan Modern untuk Rumah Minimalis
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News