kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.601.000   -12.000   -0,46%
  • USD/IDR 18.083   -13,00   -0,07%
  • IDX 6.091   -39,20   -0,64%
  • KOMPAS100 796   -3,58   -0,45%
  • LQ45 607   -1,51   -0,25%
  • ISSI 210   -1,41   -0,67%
  • IDX30 341   -0,73   -0,21%
  • IDXHIDIV20 422   -0,86   -0,20%
  • IDX80 91   -0,33   -0,36%
  • IDXV30 115   -0,50   -0,43%
  • IDXQ30 109   -0,23   -0,21%

Prospek Saham Triputra Agro (TAPG) Masih Menarik Meski Harga CPO Bergejolak


Rabu, 29 Juli 2026 / 15:14 WIB
Prospek Saham Triputra Agro (TAPG) Masih Menarik Meski Harga CPO Bergejolak
ILUSTRASI. Aktivitas pekerja perkebunan kelapa sawit PT Triputra Agro Persa (DOK/TAPG)


Reporter: Muhammad Fatih | Editor: Herlina Kartika Dewi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Prospek kinerja dan harga saham PT Triputra Agro Persada Tbk (TAPG) diperkirakan tetap solid hingga akhir tahun 2026 meskipun sempat menghadapi tantangan operasional pada kuartal pertama.

Koreksi tipis pada raihan pendapatan dan laba bersih di awal tahun dinilai hanya bersifat sementara seiring dengan potensi pemulihan produksi Tandan Buah Segar (TBS) pada semester II-2026.

Ditopang oleh stabilitas harga minyak kelapa sawit global serta tingginya imbal hasil dividen, emiten perkebunan ini masih menawarkan daya tarik investasi yang cukup kuat bagi para pemodal di bursa domestik. 

Baca Juga: Rupiah Spot Ditutup Menguat 0,06% ke Rp 18.073 per Dolar AS pada Rabu (29/7)

Analis Phillip Sekuritas Indonesia Marvin Lievincent mengatakan bahwa pendapatan TAPG pada kuartal I-2026 mengalami penurunan sebesar 4,9% YoY menjadi Rp 2,5 triliun akibat volume penjualan yang lebih rendah.

Penurunan tersebut terutama dipicu oleh produksi CPO perseroan yang terkoreksi 6% YoY menjadi 141.646 ton.

Meskipun demikian, peningkatan tajam pada volume penjualan TBS eksternal yang melesat 101% YoY mampu menahan tekanan terhadap pendapatan perseroan. 

Dari sisi profitabilitas, marjin laba kotor TAPG turun tipis dari 34,8% menjadi 34,3% akibat kenaikan beban pupuk.

Baca Juga: Solusi Sinergi (WIFI) Pakai Samurai Bond Rp 2,4 Triliun untuk Percepat Ekspansi FTTH

Lonjakan beban operasional sebesar 2,0% YoY pada akhirnya mengikis laba bersih perseroan sebesar 8,1% YoY menjadi Rp 767 miliar.

Marvin menilai capaian kinerja finansial kuartal pertama tersebut masih sejalan dengan proyeksi awal yang ditetapkan. 

"Di tengah tantangan ini, TAPG dengan terampil menavigasi kondisi pasar, menunjukkan ketahanan dan kekuatan operasional," kata Marvin dalam risetnya, (13/7/2026). 

Marvin memproyeksikan pendapatan TAPG mampu tumbuh dengan tingkat pertumbuhan tahunan majemuk sebesar 7,0% selama periode 2024–2029.

Pertumbuhan tersebut bakal disokong oleh pemulihan volume produksi dan permintaan CPO yang stabil.

Dari sisi komoditas, harga CPO Malaysia diperkirakan bergerak dalam rentang MYR 3.800–4.300 per ton sepanjang tahun 2026. 

"Risiko penurunan dari tingkat tinggi saat ini akan dimitigasi oleh mandat biodiesel B40 Indonesia dan permintaan pangan yang stabil, sementara kenaikan lebih lanjut menuju MYR 4.500 per ton akan menghadapi resistensi akibat perkiraan penumpukan persediaan dan melimpahnya pasokan minyak nabati global di paruh kedua tahun ini," ujar Marvin. 

Senada, Analis Ciptadana Sekuritas Asia Yasmin Soulisa memperkirakan volume produksi TAPG akan membaik secara signifikan pada kuartal-kuartal mendatang.

Yasmin menjelaskan bahwa manajemen perseroan memproyeksikan distribusi produksi akan bergeser lebih tinggi pada semester II-2026 dengan porsi 48/52.

TAPG menargetkan pertumbuhan produksi TBS sebesar 6% hingga 10% pada tahun ini berkat kondisi cuaca yang mendukung.

Terkait biaya operasional, TAPG telah mengamankan seluruh kebutuhan pupuk tahun 2026 pada tingkat harga tahun lalu.

Namun, potensi kenaikan harga pupuk sebesar 20% hingga 30% pada tahun 2027 tetap menjadi perhatian yang wajib diwaspadai. 

Dari sisi ekspansi, alokasi belanja modal TAPG tahun ini diperkirakan mencapai sekitar Rp 920 miliar.

Baca Juga: Primaya Hospital (PRAY) Naikkan Kepemilikan Anak Usaha Jadi 93,91% Via Konversi Utang

Angka belanja modal tersebut berada di atas tingkat tahunan tipikal yang biasanya berkisar Rp 650 miliar hingga Rp 750 miliar.

Pembengkakan belanja modal terutama didorong oleh pembangunan pabrik minyak kelapa sawit baru berkapasitas 45 ton per jam.

Pabrik minyak kelapa sawit baru tersebut ditargetkan selesai pada akhir 2027 atau awal 2028. Sementara itu, sisa belanja modal diarahkan untuk pemeliharaan rutin dan penanaman kembali.

TAPG menargetkan penanaman kembali sekitar 4.000 hektare setiap tahun untuk mempertahankan profil usia perkebunan yang sehat sebesar 14,6 tahun per akhir Maret 2026. 

Di luar aspek operasional, pasar sempat mencermati rencana pengawasan ekspor komoditas melalui Danantara Sumberdaya Indonesia.

Yasmin mengamati bahwa dampak langsung skema Danantara Sumberdaya Indonesia terhadap TAPG sangat terbatas karena perseroan tidak melakukan kegiatan ekspor secara langsung.

Justru, rencana penerapan mandatori Biodiesel B50 pada semester II-2026 dipandang sebagai pendorong utama permintaan CPO domestik. 

"Mengenai fundamental industri, manajemen tetap optimistis bahwa rencana peluncuran biodiesel B50 pada semester II-2026 akan memperkuat permintaan CPO domestik dan menopang harga, membantu menyerap perkiraan peningkatan produksi minyak kelapa sawit tahun ini," ungkap Yasmin dalam risetnya, (12/6/2026). 

Yasmin menambahkan bahwa neraca keuangan TAPG yang kuat sangat mendukung pembayaran dividen secara reguler.

Pembagian dividen Rp 180 per saham untuk tahun buku 2025 memberikan imbal hasil dividen sekitar 12%.

Capaian ini mempertegas posisi TAPG sebagai salah satu saham perkebunan dengan imbal hasil dividen tertinggi di Bursa Efek Indonesia.

Aksi pelepasan saham yang sempat terjadi belakangan ini dinilai Yasmin hanya bersifat sementara dan menciptakan peluang masuk. 

Berdasarkan pertimbangan prospek pertumbuhan kinerja dan dividen yang menggiurkan, para analis mempertahankan pandangan positif untuk saham TAPG.

Marvin merekomendasikan BUY untuk TAPG dengan target harga Rp 2.050 per saham.

Sementara itu, Yasmin juga mempertahankan rekomendasi buy sahamTAPG di level Rp 1.980 per saham.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
Legacy Data-Driven Forecasting: Prediksi Penjualan Lebih Akurat, Keputusan Bisnis Lebih Tepat

[X]
×