Reporter: Yasmine Awalia | Editor: Noverius Laoli
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berpeluang mengalami rebound pada perdagangan Senin (14/9/2026), meski penguatannya diperkirakan terbatas.
Pelaku pasar akan mencermati sentimen global, terutama arah kebijakan suku bunga The Federal Reserve (The Fed) pada pekan ini.
IHSG pada perdagangan Jumat (11/9) ditutup melemah 0,73% atau 47,96 poin ke level 6.541,38. Dengan demikian, IHSG terkoreksi 1,43% sepanjang pekan lalu.
Analis MNC Sekuritas Herditya Wicaksana memperkirakan IHSG masih memiliki peluang untuk menguat dengan kecenderungan terbatas.
Baca Juga: Cek Saham yang Banyak Ditadah Asing Sepekan Terakhir Saat IHSG Ambruk 1,43%
Menurutnya, investor akan mencermati hasil pertemuan Federal Open Market Committee (FOMC), terutama di tengah kenaikan harga energi dan perkembangan data ekonomi Amerika Serikat (AS).
“Pada sepekan ke depan, kami perkirakan IHSG berpeluang menguat dengan kecenderungan terbatas,” kata Herditya pada wawancara tertulis Kontan, Jumat (11/9/2026).
Secara teknikal, Herditya memproyeksikan IHSG memiliki level support di 6.440 dan resistance di 6.623. Level tersebut menjadi area yang perlu diperhatikan investor dalam menentukan arah pergerakan indeks pada awal pekan.
Senada dengan Herditya, Praktisi Pasar Modal dan Founder WH-Project William Hartanto melihat peluang rebound pada IHSG meski masih terbatas. Ia menilai technical rebound pada sejumlah saham sektor tambang, energi, serta saham yang berkaitan dengan kendaraan listrik atau menjadi salah satu sentimen dominan pada pekan lalu.
Untuk perdagangan pekan depan, William memproyeksikan IHSG memiliki support di level 6.500 dan resistance 6.642. Dari sisi sektoral, sektor energi masih menjadi salah satu sektor yang menarik untuk dicermati.
Baca Juga: IHSG Turun 0,72% ke 6.541, Cermati Saham yang Banyak Diborong Asing di Akhir Pekan
Sementara itu, Head of Research Phintraco Sekuritas Alrich Paskalis Tambolang melihat peluang pergerakan IHSG dalam rentang 6.450–6.700 pada pekan depan.
Secara teknikal, IHSG masih ditutup di atas MA20, sementara indikator MACD secara mingguan masih berada di area positif.
Namun Alrich mencermati indikator Stochastic RSI yang telah membentuk death cross di area overbought. Kondisi tersebut mengindikasikan ruang penguatan IHSG berpotensi terbatas sehingga investor tetap perlu mewaspadai risiko koreksi.
Dari sisi eksternal, investor masih mencermati sejumlah sentimen yang dapat memengaruhi pergerakan IHSG, termasuk perkembangan harga energi, inflasi Amerika Serikat, kenaikan yield obligasi pemerintah AS, serta perkembangan geopolitik yang berpengaruh terhadap harga minyak.
Perhatian utama pasar pada pekan ini akan tertuju pada pertemuan FOMC yang berlangsung 15-16 September 2026. Selain The Fed, investor juga akan mencermati keputusan moneter bank sentral utama lainnya pada pekan ini.
Baca Juga: Asing Net Sell Rp 2,70 Triliun, Cermati Saham yang Banyak Dijual Sepekan Terakhir
Dengan kombinasi peluang technical rebound dan sejumlah risiko eksternal tersebut, IHSG diperkirakan masih bergerak terbatas pada awal pekan. Investor dapat mencermati area support 6.440–6.500 dan resistance 6.623–6.642 sebagai level teknikal yang disebut oleh sejumlah analis.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News














