kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.800.000   35.000   1,27%
  • USD/IDR 17.668   -8,00   -0,05%
  • IDX 6.095   -223,56   -3,54%
  • KOMPAS100 805   -27,79   -3,34%
  • LQ45 616   -14,28   -2,26%
  • ISSI 214   -11,19   -4,97%
  • IDX30 352   -8,00   -2,22%
  • IDXHIDIV20 439   -9,68   -2,16%
  • IDX80 93   -3,02   -3,15%
  • IDXV30 121   -3,14   -2,53%
  • IDXQ30 115   -2,35   -2,00%

Prospek Triputra Agro (TAPG) Positif di 2026, Ditopang Harga CPO dan Program B50


Kamis, 21 Mei 2026 / 15:36 WIB
Prospek Triputra Agro (TAPG) Positif di 2026, Ditopang Harga CPO dan Program B50
ILUSTRASI. Prospek kinerja PT Triputra Agro Persada Tbk (TAPG) masih positif sepanjang 2026, meskipun pertumbuhan produksi diperkirakan terbatas. (dok/TAPG)


Reporter: Alya Fathinah | Editor: Herlina Kartika Dewi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Prospek kinerja PT Triputra Agro Persada Tbk (TAPG) masih positif sepanjang 2026, meskipun pertumbuhan produksi diperkirakan terbatas akibat faktor cuaca dan profil kebun yang mulai menua

TAPG Perusahaan mencatatkan pendapatan sebesar Rp 2,5 triliun pada kuartal I-2026, turun 5% secara tahunan atau year on year (YoY) dibandingkan Rp 2,62 triliun pada periode sama tahun lalu. Penurunan pendapatan turut menekan laba bersih yang tercatat sebesar Rp 767 miliar, turun 8% YoY dari Rp 834 miliar.

Pelemahan kinerja terutama dipicu oleh penurunan volume produksi. Produksi tandan buah segar (FFB) turun 6% YoY menjadi sekitar 698.000 ton (-6% YoY) dari 741.000 ton pada kuartal pertama tahun 2025. Produksi minyak kelapa sawit (crude palm oil/CPO) juga turun 2% YoY sementara hasil FFB menyusut sebesar 3% YoY. 

Baca Juga: Rupiah Spot Ditutup Melemah 0,07% ke Rp 17.667 per Dolar AS pada Kamis (21/5/2026)

Meski begitu, penurunan tersebut sebagian tertahan oleh kenaikan tingkat ekstraksi minyak (oil extraction rate/OER) sekitar 1% YoY.

Analis Ciptadana Sekuritas Asia, Yasmin Soulisa memperkirakan kinerja TAPG pada 2026 masih akan tumbuh moderat didukung oleh kondisi cuaca yang relatif menguntungkan seperti tahun lalu.

"Kami memperkirakan pertumbuhan sekitar 2% YoY pada produksi FFB dan CPO. Risiko penurunan utama berasal dari potensi kondisi kekeringan yang berkepanjangan dalam beberapa bulan mendatang, yang dapat membatasi pemulihan hasil panen hingga tahun depan," tulis Yasmin pada riset tanggal 24 April 2026.

Menurut Yasmin, ruang pertumbuhan produksi TAPG juga mulai dibatasi oleh profil kebun yang semakin matang, seiring meningkatnya proporsi tanaman berusia di atas 20 tahun.

Yasmin masih optimistis terhadap prospek profitabilitas perseroan. Yasmin memperkirakan laba bersih TAPG pada 2026 dapat mencapai Rp 5,10 triliun, naik 38% YoY dari realisasi 2025 sebesar Rp 3,7 triliun. Pendapatan diproyeksikan naik menjadi Rp 12,31 triliun dari Rp 11,4 triliun pada tahun sebelumnya.

Baca Juga: Hasil RUPS Indika Energy (INDY) Bakal Tebar Dividen Tunai US$ 3,01 Juta Bulan Depan

Optimisme tersebut ditopang oleh prospek harga CPO yang diperkirakan tetap tinggi. Yasmin memperkirakan harga CPO global pada 2026 berada di level RM 4.500 per ton atau naik 4,7% YoY. 

Kenaikan harga diperkirakan didorong oleh potensi cuaca kering yang dapat mengganggu produktivitas sawit serta tambahan permintaan dari implementasi program biodiesel B50 di Indonesia.

"Harga CPO yang tetap kuat dan kontrol biaya yang efisien diperkirakan akan menopang margin perseroan," tulis Yasmin

Senada, analis Ajaib Sekuritas Asia, Alvin Timothy Murthi menilai fundamental industri CPO masih cukup kondusif hingga 2026. Menurutnya, implementasi program B50 dan penurunan stok CPO Indonesia sekitar 10% YoY berpotensi menjaga harga CPO tetap tinggi dalam jangka pendek.

Alvin juga menilai profil umur tanaman TAPG masih relatif baik. Hingga Maret 2026, sekitar 81,9% area tertanam berada pada usia produktif prima 7–20 tahun, dengan rata-rata umur kebun 14,6 tahun. Kondisi tersebut dinilai masih mendukung produktivitas panen perseroan.

Di sisi industri, permintaan CPO domestik dan ekspor juga menunjukkan peningkatan menjelang implementasi program B50 pada Juli 2026. 

Konsumsi domestik CPO tercatat mencapai 4,4 juta ton pada dua bulan pertama 2026 atau naik 13% YoY. Sementara ekspor meningkat 34% YoY menjadi 6,4 juta ton. Permintaan biodiesel juga naik 15,3% YoY menjadi 2,2 juta ton.

Alvin mempertahankan rekomendasi hold untuk saham TAPG dengan target harga Rp 2.200 per saham, naik dari sebelumnya Rp 1.500 per saham. Alvin menilai ruang kenaikan harga saham dalam jangka pendek mulai terbatas setelah saham TAPG menguat sekitar 34% sejak awal tahun.

Sementara itu, Yasmin menaikkan rekomendasi saham TAPG menjadi buy dengan target harga Rp 2.300 per saham dari sebelumnya Rp 1.940 per saham, seiring kinerja 2025 yang dinilai melampaui ekspektasi dan proyeksi pendapatan menjadi Rp 12,31 triliun sepanjang 2026.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×