kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.526.000   0   0,00%
  • USD/IDR 18.159   -7,00   -0,04%
  • IDX 5.057   -41,01   -0,80%
  • KOMPAS100 651   -4,49   -0,68%
  • LQ45 515   -0,12   -0,02%
  • ISSI 169   -2,02   -1,18%
  • IDX30 290   0,46   0,16%
  • IDXHIDIV20 392   3,47   0,89%
  • IDX80 75   -0,37   -0,49%
  • IDXV30 109   1,70   1,58%
  • IDXQ30 98   0,32   0,33%

Portofolio Investasi Keok pada Oktober 2026, Ini Instrumen yang Masih Cuan


Minggu, 01 November 2026 / 22:03 WIB
Portofolio Investasi Keok pada Oktober 2026, Ini Instrumen yang Masih Cuan
ILUSTRASI. IHSG Melemah-Suasana di BRI Danareksa Sekuritas, Jakarta (KONTAN/Cheppy A. Muchlis)


Reporter: Vivit Dewi | Editor: Noverius Laoli

Berbeda dengan saham, kripto, dan obligasi pemerintah, mayoritas mata uang asing justru menguat terhadap rupiah sepanjang Oktober 2026.

Berdasarkan data Bloomberg, dolar Kanada (CAD) mencatatkan penguatan bulanan tertinggi sebesar 2,96% ke level Rp 12.996,23. Berikutnya, franc Swiss (CHF) menguat 2,75% menjadi Rp 22.085,44 dan pound sterling Inggris (GBP) naik 2,48% ke Rp 24.346,26.

Dolar Australia (AUD) juga menguat 2,23% ke Rp 12.670,62. Sementara itu, dolar AS naik 1,41% menjadi Rp 18.147, dolar Singapura (SGD) menguat 1,33% ke Rp 14.205,31, dan yen Jepang (JPY) naik 1,21% menjadi Rp 115,39.

Euro (EUR) menjadi satu-satunya mata uang dalam daftar tersebut yang melemah terhadap rupiah, yakni sebesar 0,05% ke level Rp 20.314,95.

Jika dihitung sejak awal tahun, dolar Australia mencatatkan penguatan tertinggi terhadap rupiah, yakni 13,50%. Disusul dolar Singapura sebesar 9,53%, dolar AS 8,79%, pound sterling 8,69%, yen Jepang 8,33%, dolar Kanada 6,79%, franc Swiss 5,13%, dan euro 3,83%.

Baca Juga: Menilik Nasib Pasar Saham Indonesia Jelang Review MSCI November 2026

Chief Analyst Doo Financial Futures Lukman Leong mengatakan, pergerakan rupiah masih dibayangi sentimen risk-off global dan aksi jual bersih investor asing di pasar saham domestik.

Menurut Lukman, penguatan dolar Kanada, franc Swiss, dan pound sterling yang lebih tinggi dibandingkan dolar AS juga dipengaruhi penguatan masing-masing mata uang tersebut terhadap dolar AS.

Prospek dan strategi investasi akhir tahun

Memasuki akhir 2026 hingga awal 2027, prospek berbagai instrumen investasi masih akan dipengaruhi arah kebijakan moneter AS, perkembangan geopolitik, stabilitas rupiah, dan pemulihan arus modal asing.

Di pasar emas, Presiden Komisaris HFX International Berjangka Sutopo Widodo memproyeksikan harga emas dunia berpeluang mencapai US$ 4.300 per ons troi.

Menghadapi volatilitas harga, Sutopo menyarankan investor menghindari aksi jual panik dan pembelian sekaligus dalam jumlah besar. Investor dapat menerapkan pembelian bertahap secara rutin setiap bulan dengan menggunakan dana dingin dan berorientasi jangka panjang.

Di pasar kripto, Panji memproyeksikan harga Bitcoin berpeluang mencapai US$ 85.000-US$ 87.000 pada akhir 2026 dan US$ 100.000-US$ 105.000 pada awal 2027.

Sementara itu, Ethereum diperkirakan bergerak di kisaran US$ 2.900-US$ 3.200 pada akhir tahun dan US$ 3.600-US$ 4.000 pada awal 2027.

Untuk strategi investasi, Panji menyarankan penerapan dollar-cost averaging (DCA), terutama pada Bitcoin dan Ethereum ketika harga mendekati area support. Investor juga dapat mempertahankan 20%-30% portofolio dalam bentuk kas atau stablecoin sebagai cadangan likuiditas.

Baca Juga: Volatilitas IHSG Masih Tinggi, Kapitalisasi Pasar Bakal Ikut Tertekan

Diversifikasi, pembatasan eksposur pada aset berisiko tinggi, serta menghindari penggunaan leverage berlebihan juga menjadi hal penting untuk menjaga risiko investasi.

Di pasar saham, Nafan memperkirakan IHSG masih berpotensi bergerak volatil dengan kecenderungan tertekan hingga akhir 2026 apabila arus dana asing belum berbalik secara konsisten.

Secara teknikal, IHSG diproyeksikan memiliki level support di 4.777 dan resistance di 5.810.

Dalam kondisi tersebut, investor dapat mencermati saham sektor perbankan yang memiliki kualitas aset, permodalan, dan pertumbuhan kredit kuat. Saham sektor komoditas yang didukung tren harga global serta sektor konsumer defensif juga layak dicermati.

Sementara itu, Yusuf memperkirakan yield SBN tenor 10 tahun akan bertahan di kisaran 7,4%-7,7% hingga akhir 2026. Risiko kenaikan menuju 8% tetap terbuka apabila The Fed kembali menaikkan suku bunga dan tekanan arus modal berlanjut.

Sebaliknya, yield berpeluang turun mendekati 7,2% apabila harga minyak mereda dan rupiah kembali stabil. Untuk mengantisipasi volatilitas yield, Yusuf menyarankan investor mempertahankan durasi portofolio obligasi tetap pendek dan melakukan akumulasi secara bertahap.

Baca Juga: IHSG Diprediksi Masih Tertekan Pekan Depan, Simak Rekomendasi EXCL, MEDC, dan TAPG

Di pasar valuta asing, Lukman memperkirakan dolar AS berada di kisaran Rp 18.300-Rp 18.500 pada akhir 2026 dan berpotensi mencapai Rp 19.000 pada semester I-2027.

Dengan asumsi pergerakan USD/IDR sesuai proyeksi tersebut, dolar Kanada diperkirakan berada di kisaran Rp 13.100-Rp 13.300, franc Swiss Rp 22.500-Rp 22.800, dan pound sterling Rp 24.400-Rp 24.700.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
The Owner's Number Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

[X]
×