kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45920,31   -15,20   -1.62%
  • EMAS1.347.000 0,15%
  • RD.SAHAM 0.05%
  • RD.CAMPURAN 0.03%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.00%

Pertamina Geothermal (PGEO) Baru Gunakan 32,4% Dana Hasil IPO


Rabu, 17 Januari 2024 / 09:38 WIB
Pertamina Geothermal (PGEO) Baru Gunakan 32,4% Dana Hasil IPO
ILUSTRASI. PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGEO) baru menggunakan 32,4% dana hasil initial public offering (IPO).


Reporter: Akhmad Suryahadi | Editor: Herlina Kartika Dewi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGEO) baru menggunakan 32,4% dana hasil initial public offering (IPO). 

Dalam keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia, Selasa (16/1), PGEO baru menyerap Rp 2,84 triliun atau setara 32,4% dari rencana penggunaan dana IPO yang mencapai Rp 8,77 triliun

Pejabat sementara Direktur Keuangan PT Pertamina Geothermal Energy Tbk Ahmad Yani merinci, sebanyak Rp 369,96 miliar dana IPO digunakan PGEO untuk belanja modal atau capital expenditure (capex) investasi pengembangan kapasitas tambahan dari wilayah kerja panas bumi (WKP), yang saat ini dilakukan melalui pengembangan konvensional dan utilisasi cogeneration technology.

Baca Juga: Investasi Energi Hijau Masih Lesu, Ini Saham EBT yang Layak Dicermati

Sebanyak Rp 942,49 miliar digunakan untuk capex pengembangan kemampuan digital, analitik, dan manajemen reservoir untuk mendukung produksi, operasi, dan maintenance.

Terakhir, sebanyak Rp 1,53 triliun telah digunakan untuk pembayaran fasilitas agreement tertanggal 23 Juni 2021 antara PGEO dengan mandated lead arrangers, kreditur sindikasi awal, dan PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) sebagai facility agent.

Dengan demikian, anak usaha PT Pertamina (Persero) ini menyisakan dana IPO sebanyak Rp 5,93 triliun. Dana sisa IPO ini diendapkan dalam 3 instrumen.

Pertama, sebanyak Rp 3,08 triliun atau setara US$ 200  juta berupa deposito dolar AS di PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) dengan bunga 7,15% per tahun. Kedua, sebanyak Rp 1,64 triliun atau setara US$ 106,65  juta diendapkan dalam bentuk giro special rate di BMRI dengan bunga 6,80% per tahun.

Baca Juga: Menilik Realisasi Sisa Dana IPO Emiten pada Tahun 2024

Ketiga, sebanyak Rp 1,19 triliun atau setara US$ 77,48 juta juga  diendapkan dalam bentuk giro special rate di BBRI dengan bunga 6,83% per tahun.

Sebagai gambaran, PGEO melantai di BEI pada 24 Februari 2023. Dalam gelaran IPO, emiten energi baru terbarukan (EBT) ini melepas sebanyak 10,35 miliar saham dengan harga penawaran umum Rp 875 untuk setiap sahamnya, sehingga PGEO memperoleh dana sejumlah Rp 9,05 triliun.

Jika dikurangi dengan biaya penawaran umum saham senilai Rp 283,10 miliar, PGEO menerima dana bersih Rp 8,77 triliun.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Supply Chain Management on Sales and Operations Planning (S&OP) Negosiasi & Mediasi Penagihan yang Efektif Guna Menangani Kredit / Piutang Macet

[X]
×