kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45919,51   10,20   1.12%
  • EMAS1.350.000 0,00%
  • RD.SAHAM 0.05%
  • RD.CAMPURAN 0.03%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.00%

Pertamina Geothermal (PGEO) Tertarik Akuisisi Unit Bisnis Panas Bumi KS Orka


Sabtu, 09 September 2023 / 11:40 WIB
Pertamina Geothermal (PGEO) Tertarik Akuisisi Unit Bisnis Panas Bumi KS Orka


Sumber: Reuters | Editor: Anna Suci Perwitasari

KONTAN.CO.ID - SINGAPURA. PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGEO), salah satu unit usaha PT Pertamina, sedang dalam pembicaraan lanjutan untuk membeli unit panas bumi milik KS Orka Renewables senilai hingga US$ 1 miliar. Demikian diungkap dua sumber Reuters yang mengetahui masalah tersebut.

Kesepakatan bisa ditandatangani sebelum akhir tahun ini jika negosiasi untuk membeli PT Sorik Marapi Geothermal Power berhasil diselesaikan. Namun, salah satu sumber Reuters menambahkan, sampai saat ini belum ada kesepakatan yang pasti.

Pengembang panas bumi KS Orka awal tahun ini menunjuk DBS untuk menjajaki penjualan Sorik Marapi, kata sumber Reuters menolak disebutkan namanya.

Pertamina Geothermal dan KS Orka tidak segera menanggapi permintaan komentar pada hari Jumat. DBS juga menolak berkomentar soal ini.

Baca Juga: Wacana Holding Geothermal Bergulir, Pertamina Geothermal (PGEO) Digandang jadi Induk

Pembicaraan tersebut dilakukan seiring dengan target Pertamina untuk menggandakan kapasitas panas bumi pada tahun 2027-2028, yang mungkin menelan biaya sekitar US$ 4 miliar. Indonesia, negara dengan perekonomian terbesar di Asia Tenggara, ingin memanfaatkan sumber daya panas bumi untuk mengurangi impor energi dan mengurangi emisi karbon.

Jika kesepakatan ini terwujud, maka hal ini akan menjadi salah satu yang terbesar yang dilakukan Pertamina Geothermal sejak penawaran umum perdana (IPO) pada bulan Februari 2023 lalu. Saham Pertamina Geothermal telah melonjak 33% sejak IPO.

Bulan lalu, Pertamina Geothermal menandatangani perjanjian awal dengan dua perusahaan Kenya untuk menjajaki kemitraan proyek pembangkit listrik tenaga panas bumi yang jika digabungkan bisa bernilai US$ 2,2 miliar.

 

Sorik Marapi, yang terletak di Kabupaten Mandailing Natal di Sumatera Utara, merupakan salah satu proyek panas bumi terbesar yang sedang dikembangkan di Indonesia dengan kapasitas hingga 240 megawatt, menurut situs KS Orka.

KS Orka mengakuisisi saham mayoritas perusahaan tersebut pada pertengahan tahun 2016, situs web tersebut menunjukkan, tanpa mengungkapkan nilainya.

KS Orka didirikan oleh pembuat kompresor Tiongkok, Kaishan Group pada tahun 2016 untuk fokus pada pengembangan energi baru panas bumi, menurut situs web Kaishan.

Selain Sorik Marapi, proyek KS Orka lainnya termasuk PT Sokoria Geothermal Indonesia di Nusa Tenggara Timur, situs web KS Orka menunjukkan.

Baca Juga: Kunjungan Pertamina Geothermal Energy ke Kenya Sokong Pengembangan Energi Bersih RI

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×