kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.920.000   30.000   1,04%
  • USD/IDR 16.900   45,00   0,27%
  • IDX 7.935   -168,62   -2,08%
  • KOMPAS100 1.117   -23,38   -2,05%
  • LQ45 816   -13,78   -1,66%
  • ISSI 278   -6,99   -2,45%
  • IDX30 426   -6,36   -1,47%
  • IDXHIDIV20 515   -6,10   -1,17%
  • IDX80 125   -2,26   -1,78%
  • IDXV30 139   -2,98   -2,10%
  • IDXQ30 139   -1,10   -0,79%

Permintaan Save Haven Menurun, Harga Emas Spot Melemah


Selasa, 27 Mei 2025 / 09:33 WIB
Permintaan Save Haven Menurun, Harga Emas Spot Melemah
ILUSTRASI. Produksi emas batangan Logam Mulia oleh PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) atau Antam.


Reporter: Rizki Caturini | Editor: Rizki Caturini

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Harga emas melanjutkan penurunan ke sekitar US$ 3.340 per ons pada hari Selasa (27/5) di tengah berkurangnya permintaan safe haven. Ini karena investor menilai prospek hubungan perdagangan membaik antara Amerika Serikat (AS) dan Uni Eropa. 

Seperti dikutip Tradingeconomics, Selasa (27/5), pada hari Senin (26/5), UE mengatakan setuju untuk mempercepat negosiasi dengan AS untuk menghindari perang dagang transatlantik. Ini terjadi setelah Presiden AS Donald Trump mengancam akan mengenakan tarif 50% pada barang-barang Eropa mulai 1 Juni. 

Kemudian Trump menunda tarif itu hingga 9 Juli untuk memberi lebih banyak waktu untuk negosiasi. 

Baca Juga: Harga Emas Hari Ini di Pegadaian Selasa (27/5) Antam, UBS dan GALERI 24

Namun, sentimen tetap hati-hati, dengan investor memantau dengan cermat perkembangan global, termasuk defisit anggaran AS yang melebar, pembicaraan perdagangan yang sedang berlangsung, dan ketegangan geopolitik di Timur Tengah dan Ukraina. 

Sentimen-sentimen tersebut dapat memengaruhi daya tarik emas sebagai aset safe haven. 

Investor sekarang menunggu rilis risalah Federal Open Market Committee (FOMC) The Federal Reserve terbaru pada hari Rabu (28/5) dan data inflasi PCE pada hari Jumat (30/5) untuk mendapatkan wawasan baru tentang prospek suku bunga Federal Reserve.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×