Reporter: Dimas Andi | Editor: Noverius Laoli
Ekky mengingatkan, kenaikan harga emas perlu diikuti dengan pengelolaan biaya dan struktur pendanaan yang sehat.
Investor perlu mencermati harga energi dan bahan bakar, biaya tenaga kerja, kebutuhan belanja modal (capex), perkembangan proyek tambang baru, serta risiko regulasi dan operasional.
Bagi emiten yang tengah melakukan ekspansi, struktur pendanaan juga menjadi perhatian. Kenaikan produksi idealnya tidak dibarengi lonjakan utang dan beban bunga yang justru menggerus keuntungan.
Managing Director Research & Digital Production Samuel Sekuritas Indonesia Harry Su melihat sejumlah risiko yang perlu diwaspadai investor, mulai dari koreksi harga emas, penurunan kadar bijih (grade), kenaikan AISC hingga keterlambatan peningkatan produksi (ramp-up).
Baca Juga: IHSG Berpotensi Lanjut Menguat, Cermati Pemicu dan Saham Rekomendasi Analis
Harry menilai ANTM menjadi salah satu emiten emas yang relatif defensif dan masih memiliki prospek positif. ANTM memiliki ekosistem bisnis emas yang terintegrasi, mulai dari pengolahan hingga penjualan ritel.
Kerja sama pasokan emas domestik dengan PT Freeport Indonesia juga menjadi tambahan positif bagi ANTM karena memberikan kepastian bahan baku untuk memenuhi permintaan emas domestik.
Sementara itu, BRMS memiliki peluang pertumbuhan apabila volume produksi dan kadar bijih yang dihasilkan meningkat.
Adapun prospek PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) dan AMMN dinilai lebih terdiversifikasi sehingga kinerja keduanya tidak sepenuhnya bergantung pada harga emas.
Dari sisi rekomendasi, Ekky menyarankan strategi buy on weakness untuk MDKA dengan target harga jangka menengah Rp 3.250 per saham dan target lanjutan Rp 3.500 per saham.
Baca Juga: IHSG Rentan Terkoreksi, Cermati Saham Rekomendasi Analis, Kamis (16/7)
Ia juga memberikan rekomendasi beli untuk ANTM dan BRMS dengan target harga masing-masing di kisaran Rp 3.600 dan Rp 760 per saham.
Dengan demikian, reli harga emas memang membuka ruang bagi saham-saham emiten emas untuk kembali mencetak kinerja positif.
Namun, investor tetap perlu memilah emiten berdasarkan kemampuan meningkatkan produksi, menjaga biaya tambang, dan mengelola ekspansi agar kenaikan harga emas benar-benar mengalir ke laba.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













![[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI](https://fs-media.kontan.co.id/kstore/upload/brand_images/brand_images_22072614202900.jpg)
