Reporter: Adi Wikanto | Editor: Adi Wikanto
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Harga saham PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk (CPIN) kembali diborong investor asing. Pembelian saham tersebut berlangsung di tengah penurunan harga.
Investor asing yang menambah koleksi saham CPIN adalah UBS AG LDN Branch A/C Client. Investor asal London tersebut menambah kepemilikan saham CPIN pada 28 September 2026.
Berdasarkan keterbukaan informasi, UBS AG LDN Branch A/C Client membeli sebanyak 1,7025 juta saham CPIN dengan harga Rp3.011 per saham.
Dengan transaksi tersebut, kepemilikan UBS AG LDN Branch A/C Client di CPIN menjadi 984,70 juta saham atau setara dengan 6,005% hak suara.
Transaksi pembelian saham tersebut telah dilaporkan kepada Otoritas Jasa Keuangan (OJK) pada 30 September 2026.
Status kepemilikan UBS AG LDN Branch A/C Client di CPIN merupakan kepemilikan tidak langsung. UBS juga bukan merupakan anggota Direksi maupun Dewan Komisaris Charoen Pokphand Indonesia.
Baca Juga: Pasar Saham Merosot September 2026, Cek Saham Pilihan yang Diprediksi Bangkit Oktober
Saham CPIN Melemah
Pada perdagangan Kamis (1/10/2026), saham CPIN ditutup di level Rp2.880 per saham, turun Rp80 atau 2,70% dibandingkan perdagangan sebelumnya.
Secara year to date (YtD), harga saham CPIN telah terkoreksi 36,56%.
Harga pembelian UBS sebesar Rp3.011 per saham juga berada di atas harga penutupan CPIN pada 1 Oktober 2026.
Harga saham CPIN terus melemah pasca rebalancing indeks MSCI pada Agustus 2026.
Hasil Rebalancing Indeks Agustus 2026 dari MSCI Inc, saham CPIN turun kasta dari Indeks Utama MSCI ke Indeks MSCI Global Small Cap.
Hasil rebalaning itu berlaku efektif mulai perdagangan tanggal 31 Agustus 2026.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News














