Reporter: Muhammad Fatih | Editor: Herlina Kartika Dewi
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pasar Surat Berharga Negara (SBN) diperkirakan bergerak bervariasi pada perdagangan hari ini, Jumat (2/10/2026).
Penurunan imbal hasil Treasury Amerika Serikat (AS) serta realisasi inflasi inti domestik yang melandai memberikan sentimen penahan di tengah kenaikan imbal hasil obligasi dengan tenor panjang.
Pergerakan Surat Utang Negara (SUN) sebelumnya cenderung bervariasi di sepanjang kurva. Imbal hasil (yield) tenor pendek melandai 1–7 basis poin (bps) ditopang oleh permintaan yang stabil pada segmen 1–4 tahun, seiring melandainya inflasi inti Indonesia ke level +2,84% YoY pada September 2026.
Angka ini berada di bawah ekspektasi pasar sebesar +3,0%. Namun, yield tenor yang lebih panjang menguat tipis 1–2 bps akibat kenaikan imbal hasil obligasi global. Kondisi ini memicu kehati-hatian investor.
Baca Juga: Danantara Berencana Kantongi 5%-10% Saham BEI Pasca Demutualisasi, Ini Kata Dirut BEI
Seri yield 5 tahun tercatat naik +6,5 bps menjadi 7,03%, sementara yield 10 tahun naik tipis +0,7 bps ke level 7,13%.
Aktivitas perdagangan domestik berpusat pada seri FR0110, FR0090, dan FR0109 yang mencatatkan nilai transaksi terbesar, masing-masing senilai Rp2,68 triliun, Rp1,88 triliun, dan Rp1,53 triliun.
Sementara itu, berdasarkan frekuensi perdagangan, seri PBS030, FR0107, FR0102, PBS003, dan FR0111 menjadi yang paling aktif ditransaksikan.
Di panggung global, Wall Street ditutup menguat tipis setelah pembalikan tajam yield Treasury AS membantu mengurangi tekanan pada pasar saham.
Yield T-note 10 tahun AS ditutup turun 5,7 bps ke level 5,24% setelah sempat menyentuh 5,34%, disokong oleh permintaan kembali pada Treasuries serta meredanya ekspektasi kenaikan suku bunga Fed pada Oktober.
Melihat kombinasi dinamika pasar global dan kondisi makroekonomi dalam negeri tersebut, Economist & Fixed Income Analyst MNC Sekuritas Ridwan Adi Gunawan memperkirakan pergerakan yield SBN tenor 10 tahun akan berada di rentang tertentu pada perdagangan hari ini.
"Berdasarkan perkembangan terkini di pasar global maupun domestik, kami memperkirakan yield Indo-GB 10 tahun akan diperdagangkan dalam rentang 7,10%–7,25% untuk hari ini," kata Ridwan dalam riset, Jumat (2/10/2026).
Baca Juga: Penjualan ICBP Juli-Agustus Tumbuh 11%, Tapi Harga Bahan Baku Mulai Tekan Margin
Selain proyeksi pergerakan imbal hasil, Ridwan memilah sejumlah seri Surat Utang Negara yang dinilai menarik untuk dicermati investor.
Untuk perdagangan hari ini, beberapa seri obligasi negara yang direkomendasikan untuk aktivitas trading meliputi PBS030, FR0104, FR0110, FR0100, dan FR0106.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News














