kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.725.000   80.000   3,02%
  • USD/IDR 17.779   -88,00   -0,49%
  • IDX 6.498   103,91   1,63%
  • KOMPAS100 841   15,86   1,92%
  • LQ45 637   9,81   1,56%
  • ISSI 229   4,51   2,01%
  • IDX30 355   4,31   1,23%
  • IDXHIDIV20 431   3,76   0,88%
  • IDX80 96   1,73   1,84%
  • IDXV30 120   1,23   1,03%
  • IDXQ30 113   1,21   1,09%

Peringkat Utang WIKA Masuk Level Default, Pefindo Ungkap Penyebabnya


Kamis, 20 Agustus 2026 / 15:12 WIB
Peringkat Utang WIKA Masuk Level Default, Pefindo Ungkap Penyebabnya
ILUSTRASI. WIKA Kebut Pembangunan Tol Jakarta–Cikampek II Selatan Paket 2A, Progres Capai 85,20% (Dok/PT Wijaya Karya (Persero) Tbk (WIKA))


Reporter: Avanty Nurdiana | Editor: Avanty Nurdiana

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) memangkas peringkat sejumlah instrumen utang PT Wijaya Karya Tbk (WIKA)  ke level default atau gagal bayar.

Peringkat WIKA yang dipangkas diantaranya Shelf-Registered (SR) Bond II Phase II WIKA menjadi idD dari sebelumnya idCCC. Sementara itu, peringkat SR Sukuk Mudharabah II Phase II diturunkan menjadi idD(sy) dari idCCC(sy).

Menurut analis Pefindo, Agung Iskandar dalam riset 19 Agustus 2026 menjelaskan, penurunan peringkat tersebut dipicu oleh adanya penundaan pembayaran (default) atas instrumen keuangan terkait.

Baca Juga: Rupiah Ditutup Menguat ke Rp 17.748 Per Dolar AS Hari Ini (20/8), Paling Kuat di Asia

Di tengah penurunan rating instrumen tersebut, PEFINDO mempertahankan peringkat korporat WIKA pada level idSDatau selective default. Peringkat Sukuk Mudharabah III juga dipertahankan pada level idD(sy).

Adapun peringkat instrumen utang WIKA lainnya juga masih dipertahankan oleh Pefindo.

Saat ini, peringkat SR Bond I, SR Bond II Phase I, dan SR Bond III masing-masing berada di level idCCC. Sedangkan SR Sukuk Mudharabah I dan SR Sukuk Mudharabah II Phase I berada di level idCCC(sy).

Dengan demikian, terdapat dua instrumen WIKA yang kini berada di level idD/idD(sy), mencerminkan kondisi gagal bayar atau default atas kewajiban terkait.

Pefindo menetapkan periode pemeringkatan terbaru WIKA mulai 18 Agustus 2026 hingga 1 Juli 2027. Pada periode ini, peringkat General Obligation (GO) WIKA berada di level idSD.

Peringkat tersebut menunjukkan WIKA masih menghadapi tekanan dalam memenuhi kewajiban keuangannya. Sebelumnya, pada Juli 2026, peringkat WIKA berada di level idB dengan status CreditWatch Negatif. Kondisi serupa juga tercatat pada April 2026.

Pefindo menyebut rating WIKA mencerminkan profil keuangan yang lemah, terutama akibat dampak ekspansi yang dilakukan perseroan pada periode sebelumnya.

Baca Juga: Bhuwanatala (BIPP) Bakal Private Placement 502,87 Juta Saham, Siapa Investor Barunya?

Pefindo juga membuka kemungkinan untuk melakukan peninjauan kembali terhadap pembayaran kupon dan bagi hasil atas instrumen keuangan terkait.

WIKA merupakan salah satu perusahaan konstruksi terbesar di Indonesia yang telah berdiri sejak 1960. Kegiatan usaha perseroan mencakup sektor infrastruktur dan gedung, serta energi dan industri.

Tekanan terhadap profil keuangan WIKA tidak terlepas dari ekspansi bisnis pada periode sebelumnya yang berdampak terhadap kondisi keuangan perseroan.

Dari sisi kepemilikan, struktur pemegang saham WIKA per 31 Maret 2026 terdiri atas golden share yang dimiliki negara, PT Danantara Asset Management, serta masyarakat dengan porsi sekitar 8,98%.

Penurunan peringkat instrumen utang ke level default menjadi tambahan tekanan bagi WIKA, terutama karena perseroan masih harus menjaga kemampuan pembayaran kewajiban serta penyelesaian instrumen utang yang terdampak penundaan pembayaran.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×