kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.612.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.983   12,00   0,07%
  • IDX 6.196   -118,88   -1,88%
  • KOMPAS100 811   -18,90   -2,28%
  • LQ45 615   -12,33   -1,97%
  • ISSI 214   -4,08   -1,87%
  • IDX30 346   -6,54   -1,86%
  • IDXHIDIV20 428   -6,37   -1,47%
  • IDX80 93   -2,15   -2,27%
  • IDXV30 117   -1,73   -1,46%
  • IDXQ30 111   -1,86   -1,65%

Citra Borneo (CBUT) Operasikan Pabrik Baru Juli 2026, Siap Raih Cuan Program B50


Kamis, 11 Juni 2026 / 13:47 WIB
Citra Borneo (CBUT) Operasikan Pabrik Baru Juli 2026, Siap Raih Cuan Program B50
ILUSTRASI. PT Citra Borneo Utama Tbk (CBUT) (Dok/CBUT)


Reporter: Yuliana Hema | Editor: Avanty Nurdiana

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Citra Borneo Utama Tbk (CBUT) tengah merampungkan pembangunan Refinery & Fractionation Plant II berkapasitas 1.500 ton per hari. Pabrik tersebut saat ini memasuki tahap commissioning dan ditargetkan mulai beroperasi pada Juli 2026.

Direktur Utama Citra Borneo Utama Rorry Christian Tobing mengatakan fasilitas baru itu akan memperkuat kapasitas pengolahan sawit CBUT.

Dengan tambahan kapasitas tersebut, CBUT dapat meningkatkan produksi berbagai produk turunan sawit, termasuk RBDPO (Refined, Bleached, and Deodorized Palm Oil), olein, dan stearin.

Baca Juga: Gelar RUPS, Bukalapak (BUKA) Rombak Jajaran Pengurus

Menurut Rorry, tambahan kapasitas juga akan memperkuat posisi perseroan sebagai pemain hilir sawit terintegrasi.

Penambahan kapasitas diharapkan menjadi salah satu pendorong pertumbuhan pendapatan pada periode mendatang. Apalagi, pemerintah akan mulai menerapkan program mandatori biodiesel B50 pada Juli 2026.

"Program B50 menciptakan tambahan permintaan minyak sawit di dalam negeri dan menjaga stabilitas harga," ujar Rorry dalam paparan publik secara daring, Kamis (11/6/2026).

Pada kuartal I-2026, pendapatan CBUT turun tipis 0,53% secara tahunan menjadi Rp 3,38 triliun.

Rorry menjelaskan koreksi tersebut terutama dipengaruhi fluktuasi harga komoditas global dan ketidakpastian pasar akibat situasi geopolitik.

Meski demikian, laba usaha CBUT naik 19,02% menjadi Rp 89 miliar pada kuartal pertama tahun ini. Sementara itu, laba bersih meningkat 11,57% secara tahunan menjadi Rp 45 miliar.

"Meskipun penjualan sedikit terkoreksi, kualitas laba justru membaik karena efisiensi operasional dan margin yang lebih sehat," kata Rorry.

Baca Juga: Rupiah Spot Melemah 0,12% ke Rp 17.963 per Dolar AS pada Kamis (11/6) Siang

Sepanjang 2025, CBUT membukukan penjualan sebesar Rp 13,97 triliun atau tumbuh 43,05% dibandingkan tahun sebelumnya.

Pada periode yang sama, laba usaha melonjak 255,16% menjadi Rp 366 miliar ditopang perbaikan refining margin dan kontribusi produk hilir bernilai tambah. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Tag


TERBARU

[X]
×