kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.713.000   -20.000   -0,73%
  • USD/IDR 17.959   -71,00   -0,39%
  • IDX 5.902   155,73   2,71%
  • KOMPAS100 783   23,11   3,04%
  • LQ45 589   20,16   3,54%
  • ISSI 202   4,81   2,44%
  • IDX30 335   12,48   3,87%
  • IDXHIDIV20 413   15,31   3,84%
  • IDX80 88   2,33   2,70%
  • IDXV30 111   2,33   2,15%
  • IDXQ30 108   3,73   3,59%

Harga Saham Anjlok 25%, Saham BUMN Tambang (ANTM) Beri Dividen Jumbo Rp 5 Triliun


Kamis, 11 Juni 2026 / 05:00 WIB
Harga Saham Anjlok 25%, Saham BUMN Tambang (ANTM) Beri Dividen Jumbo Rp 5 Triliun
ILUSTRASI. Harga Saham Anjlok 25%, Saham BUMN Tambang (ANTM) Beri Dividen Jumbo Rp 5 Triliun


Reporter: Dimas Andi | Editor: Adi Wikanto

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Salah satu saham badan usaha milik negara (BUMN) akan memberikan dividen tunai bernilai jumbo pada pertengahan tahun 2026 ini. Semakin menarik lagi, pembagian dividen jumbo berlangsung ketika harga saham perusahaan pelat merah ini sedang turun tajam.

BUMN yang baru mengumumkan pembayaran dividen tunai bernilai jumbo adalah PT Aneka Tambang Tbk (ANTM). Perusahaan tambang emas dan nikel ini akan membagikan total dividen tunai sebesar Rp 5,05 triliun kepada para pemegang saham untuk tahun buku 2025.

Keputusan tersebut disetujui dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang digelar pada Rabu (10/6/2026).

Nilai dividen tersebut setara dengan dividend payout ratio (DPR) sebesar 70% dari laba bersih tahun 2025. Persentase ini lebih rendah dibandingkan DPR tahun sebelumnya yang mencapai 100%.

Baca Juga: Harga Emas Anjlok ke Titik Terendah Dua Bulan, Pasar Cemas The Fed Kerek Suku Bunga

Mengacu laporan Stockbit Sekuritas, nilai dividen ANTM diperkirakan mencapai sekitar Rp 210 per saham. Dengan harga penutupan saham ANTM di level Rp 2.750 per saham pada Rabu (10/6), dividend yield yang ditawarkan berada di kisaran 7,6%.

Harga saham ANTM terus melorot belakangan ini dengan penurunan 130 poin atau 4,51% secara harian pada Rabu kemarin. Selama perdagangan 30 hari terakhir, harga saham ANTM susut 950 poin atau 25,68%.

Kinerja Keuangan ANTM 2025 Tumbuh Signifikan 

ANTM mencatat laba bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp 7,21 triliun sepanjang 2025. Dari jumlah tersebut, sekitar Rp 2,16 triliun ditetapkan sebagai saldo laba ditahan untuk mendukung pengembangan usaha dan kebutuhan operasional perusahaan.

Sepanjang 2025, ANTM membukukan pendapatan sebesar Rp 84,64 triliun, meningkat 22% dibandingkan tahun sebelumnya yang sebesar Rp 69,19 triliun. Sebagian besar pendapatan, yakni sekitar 96% atau Rp 81,10 triliun, berasal dari pasar domestik.

Pertumbuhan pendapatan turut mendorong lonjakan laba tahun berjalan sebesar 106% menjadi Rp 7,92 triliun dari Rp 3,85 triliun pada 2024.

Selain itu, EBITDA meningkat 56% menjadi Rp 10,51 triliun, sementara laba usaha melonjak 180% menjadi Rp 8,40 triliun.

Direktur Utama ANTM Untung Budiharto menyatakan bahwa pencapaian tersebut semakin memperkuat posisi perusahaan sebagai perusahaan pertambangan mineral terintegrasi yang berorientasi pada penciptaan nilai jangka panjang.

"Kinerja 2025 memperkuat posisi ANTM sebagai perusahaan pertambangan mineral terintegrasi yang mampu memberikan kontribusi berkelanjutan bagi pemegang saham, pemangku kepentingan, dan pembangunan industri nasional," ujar Untung dalam keterbukaan informasi.

Tonton: BREAKING NEWS! PRESIDEN PRABOWO MEMBUKA RAKER HIMPUNAN PENGUSAHA MUDA

Neraca dan Arus Kas Semakin Solid

Dari sisi fundamental, total aset ANTM meningkat 18% menjadi Rp 52,53 triliun. Sementara itu, ekuitas tumbuh 14% menjadi Rp 36,60 triliun.

Arus kas operasi juga mengalami peningkatan 53% menjadi Rp 5,62 triliun. Posisi kas dan setara kas bahkan melonjak 77% menjadi Rp 8,43 triliun, menunjukkan likuiditas perusahaan yang semakin kuat.

Segmen Emas Masih Menjadi Motor Utama

Segmen emas tetap menjadi penyumbang terbesar pendapatan ANTM dengan kontribusi sekitar 79% terhadap total penjualan.

Pendapatan dari bisnis emas mencapai Rp 66,47 triliun atau naik 15% dibandingkan tahun sebelumnya. Kinerja tersebut didukung penjualan emas sebanyak 37.365 kilogram seiring tingginya permintaan domestik terhadap instrumen lindung nilai (safe haven).

Baca Juga: Astra (ASII) Fokus pada Tiga Segmen Bisnis, Begini Prospek Kuartal II-2026

Produksi dan Penjualan Nikel Cetak Rekor

Segmen nikel menyumbang pendapatan Rp 14,85 triliun atau sekitar 18% dari total pendapatan perusahaan. Angka ini meningkat 56% dibandingkan tahun sebelumnya.

Produksi bijih nikel mencapai 16,11 juta wet metric ton (wmt), naik 62% secara tahunan. Penjualan bijih nikel juga melonjak 75% menjadi 14,58 juta wmt.

Capaian tersebut menjadi level produksi dan penjualan tertinggi ANTM dalam lebih dari satu dekade terakhir.

Bisnis Bauksit dan Alumina Tumbuh Pesat

Segmen bauksit dan alumina mencatat pendapatan Rp 2,92 triliun, meningkat 62% dibandingkan tahun sebelumnya.

Produksi bauksit melonjak 112% menjadi 2,83 juta wmt, sementara penjualan naik 157% menjadi 1,89 juta wmt. Keduanya menjadi rekor tertinggi sepanjang sejarah perusahaan.

ANTM juga membukukan produksi chemical grade alumina (CGA) sebesar 181.690 ton dengan penjualan mencapai 179.828 ton. Angka tersebut merupakan level tertinggi sejak fasilitas CGA mulai beroperasi.

Dengan pertumbuhan laba yang kuat, neraca yang semakin solid, serta rekor produksi di sejumlah komoditas utama, ANTM menunjukkan fundamental bisnis yang tetap kokoh sekaligus memberikan nilai tambah bagi para pemegang saham melalui pembagian dividen yang menarik.



 

Pertamax Naik Tajam Kini Rp16 250 per Liter

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Tag


TERBARU
Kontan Academy
Langganan Business Insight Supply Chain End-to-End: From Forecast to Customer Value

[X]
×