kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.640.000   15.000   0,57%
  • USD/IDR 18.013   50,00   0,28%
  • IDX 5.745   49,44   0,87%
  • KOMPAS100 744   8,79   1,19%
  • LQ45 565   8,75   1,57%
  • ISSI 199   0,85   0,43%
  • IDX30 321   4,92   1,56%
  • IDXHIDIV20 395   5,89   1,52%
  • IDX80 85   1,16   1,39%
  • IDXV30 107   1,21   1,14%
  • IDXQ30 103   1,26   1,24%

Penguatan euro masih tertahan kondisi geopolitik


Kamis, 02 Maret 2017 / 18:12 WIB


Reporter: RR Putri Werdiningsih | Editor: Yudho Winarto

JAKARTA. Kondisi geopolitik di kawasan Uni Eropa masih menjadi sentimen negatif yang membayangi laju penguatan euro. Meski ditopang sajian data ekonomi cukup bagus, tetapi hasil tersebut masih belum cukup kuat mengokohkan posisi euro di hadapan poundsterling.

Mengutip Bloomberg, Kamis (2/3) pukul 17.06 wib pasangan mata uang EUR/GBP hanya mampu menguat 0,07% ke level 0,85856 dibanding hari sebelumnya.

Putu Agus Pransuamitra, analis PT Monex Investindo Futures mengatakan sampai saat ini menjelang Pemilu Prancis, pergerakan euro memang masih terhambat. Unggulnya kandidat dari partai oposisi Marine Le Pen membuat kenaikan mata uang ini hanya mampu mengalami penguatan yang terbatas.

“Walaupun data ekonomi cukup baik, tetapi itu belum mampu mendorong penguatan lanjutan,” terangnya kepada KONTAN, Kamis (2/3).

Data inflasi zona Eropa di bulan Februari diperkirakan akan mengalami peningkatan ke level 2% dari bulan sebelumnya yang hanya mencapai 1,8% saja. Kemudian indeks harga produksi bulan Januari juga tercatat 0,7% atau lebih tinggi dari proyeksi 0,5%.

Tingkat pengangguran juga masih stabil dari bulan Januari di kisaran 9,6%. Sementara dari Inggris, sajian data ekonominya justru semakin menjatuhkan posisi poundsterling. Data manufaktur bulan Februari terkoreksi dari 55,7 menjadi 54,6.

Sedangkan data konstruksi Inggris bulan Februari tercatat stabil di level 52,5. “Data ekonomi Inggris hanya naik tipis, jadi ini tidak banyak berpengaruh,” tutupnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×