Reporter: Ika Puspitasari | Editor: Khomarul Hidayat
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Dari awal tahun hingga Kamis (9/12), Bursa Efek Indonesia mencatat sudah ada 51 perusahaan yang melakukan penawaran umum perdana saham atau initial public offering (IPO). Teranyar, PT Indo Pureco Pratama Tbk (IPPE) berhasil melantai di Bursa Efek Indonesia pada Kamis (9/12).
Penghimpunan dana melalui IPO pada tahun ini tercatat lebih baik dari realisasi pada tahun lalu. Direktur Utama BEI Inarno Djajadi mengatakan, penghimunan dana melalui IPO tumbuh positif.
Mengutip data BEI per 8 Desember 2021, sudah ada sebanyak 51 emiten yang menggelar IPO pada tahun ini dengan total penghimpunan dana sebesar Rp 62,08 triliun. Jika dibandingkan dengan tahun lalu, ada sebanyak 51 perusahaan IPO dengan total penghimpunan dana senilai Rp 5,58 triliun pada tahun 2020.
Penggalangan dana melalui IPO tahun ini juga menjadi yang tertinggi sepanjang 10 tahun terakhir. Rekor sebelumnya pada tahun 2011 terdapat 25 emiten yang IPO dengan total penghimpunan dana sebesar Rp 19,6 triliun.
Baca Juga: Bawa anak usaha IPO, Adaro Energy (ADRO) nilai pasar batubara metalurgi masih positif
Di samping itu, sambung Inarno, sekarang ini masih ada 26 perusahaan yang masuk dalam pipeline IPO. “Dengan begitu, menempatkan Indonesia dengan pertumbuhan tertinggi yakni 40% ketimbang negara-negara di ASEAN,” kata Inarno, Kamis (9/12).
Dengan demikian, total perusahaan tercatat di Indonesia ada sebanyak 762 perusahaan. Adapun peningkatan penambahan perusahaan terbuka selanjutnya diikuti oleh bursa Vietnam dengan pertumbuhan 26% dengan jumlah emiten 404, kemudian ada bursa Thailand dengan pertumbuhan 17% menjadi 767 emiten ketimbang realisasi pada 2016.
Sementara itu, bursa Malaysia mencatat pertumbuhan 4,8% menjadi 946 emiten pada periode yang sama, dan bursa Filipina mengalami kenaikan 3% menjadi 273 perusahaan, sementara Singapura mengalami penurunan 11,4%.
Direktur Penilaian Perusahaan BEI I Gede Nyoman menambahkan, Bursa Efek Indonesia membuka diri untuk semua sektor perusahaan tercatat. Ia bilang, sekarang ini sektor teknologi secara tren mendapatkan perhatian lebih dari para investor. Selanjutnya sektor berbasis energi baru terbarukan juga memiliki tren yang positif tahun depan.
“Karena nanti salah satu perhatian para investor di perusahaan-perusahaan yang memoerhatikan environment, social, and governance. Jadi harapannya, semua sektor kami akan akomodasi,” tambah Nyoman.
Tak hanya itu, Bursa Efek Indonesia juga mencatatkan pertumbuhan yang signifikan pada jumlah investor. Hingga akhir November 2021, tercatat penambahan 3,31 juta investor pasar modal baru menjadi 7,15 juta investor atau meningkat 84% dari tahun lalu atau meningkat 8 kali lipat sejak 2016 yang sebanyak 894 ribu investor.
Baca Juga: Menakar efektivitas aturan saham dengan hak suara multipel untuk IPO domestik
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News