Reporter: Yuliana Hema | Editor: Anna Suci Perwitasari
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Wibowo Group Capital, pengendali baru PT Mitrabahtera Segara Sejati Tbk (MBSS) memulai proses penawaran tender wajib alias mandatory tender offer setelah mencaplok 82,5% saham MBSS.
Sekretaris Perusahaan MBSS Emy Oktavia menjelaskan, proses tender wajib tersebut merupakan konsekuensi perubahan pengendalian setelah Wibowo Group Capital mengambil alih saham MBSS pada akhir Juli 2026.
“Pengendali baru MBSS, yaitu PT Wibowo Group Capital elah melakukan pengumuman tentang pelaksanaan penawar tender wajib yang akan berlangsung mulai 9 September 2026 hingga 8 Oktober 2026,” tulisnya dalam keterbukaan informasi, Rabu (9/9/2026).
Wibowo Group Capital sebelumnya mengambil alih 1,44 miliar saham MBSS atau setara 82,5% saham dari PT Galley Adhika Arnawama pada 31 Juli 2026. Nilai transaksi tersebut mencapai Rp 4,21 triliun.
Baca Juga: Ekspansi ke Sektor Energi, Oxala (PIPA) Akuisisi 75% Saham Aztech Pandu Persada
Dalam proses tender wajib, Wibowo Group Capital menawarkan pembelian maksimal 306,26 juta saham MBSS atau sekitar 17,5% dari modal ditempatkan dan disetor penuh. Adapun harga tender sebesar Rp 2.915 per saham.
Dengan harga tersebut, nilai maksimal penawaran tender wajib mencapai Rp 892,75 miliar. Wibowo Group Capital juga telah menyatakan memiliki dana yang cukup untuk menyelesaikan pembayaran kepada pemegang saham publik.
Periode penawaran tender wajib berlangsung selama 30 hari, mulai 9 September 2026 pukul 09.00 WIB hingga 8 Oktober 2026 pukul 16.00 WIB. Pembayaran diperkirakan dilakukan pada 15 Oktober 2026.
Berdasarkan keterbukaan informasi, harga tender Rp 2.915 per saham tersebut berada di atas harga pengambilalihan sebesar Rp 2.914,25 per saham dan rata-rata harga tertinggi perdagangan harian MBSS selama 90 hari sebelumnya sebesar Rp 2.553,10 per saham.
Dari sisi rencana bisnis, Wibowo Group Capital menyatakan akan mempertahankan kegiatan operasional MBSS sesuai bidang usaha yang berjalan saat ini, yakni jasa pelayaran dan logistik maritim terintegrasi.
Pengendali baru melihat prospek industri logistik maritim dan pengangkutan nasional masih positif seiring meningkatnya kebutuhan distribusi energi serta komoditas curah. Akuisisi MBSS diarahkan memperkuat posisi pada segmen tersebut.
Melalui pengambilalihan tersebut, Wibowo Group Capital menargetkan peningkatan kapasitas dan utilisasi armada, perluasan jaringan pelanggan, penguatan pendapatan berulang, serta efisiensi operasional melalui sinergi pengelolaan armada dan logistik.
Dalam keterbukaan informasi, pengendali baru juga menyatakan belum memiliki rencana melikuidasi MBSS, mengubah kebijakan dividen, menghapus pencatatan saham, melakukan go private, maupun mengubah kegiatan usaha MBSS.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News














