Sumber: Reuters | Editor: Noverius Laoli
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Nilai tukar rupiah menguat paling tinggi di antara sejumlah mata uang Asia terhadap dolar AS pada perdagangan Rabu (9/9/2026). Penguatan rupiah terjadi ketika mayoritas mata uang Asia bergerak tipis.
Mengutip data Reuters pada pukul 02.01 GMT, rupiah menguat 0,31% ke level Rp 17.570 per dolar AS, dari posisi sebelumnya Rp 17.625 per dolar AS.
Penguatan rupiah tersebut menjadi yang terbesar dibandingkan mata uang Asia lainnya dalam perdagangan yang sama.
Yen Jepang menguat 0,26%, dolar Taiwan naik 0,19%, won Korea Selatan menguat 0,07%, sementara dolar Singapura, baht Thailand, dan yuan China hanya naik tipis.
Baca Juga: Rupiah Dibuka Menguat ke Rp 17.588 Per Dolar AS Hari Ini (9/9), Asia Perkasa
Sementara itu, peso Filipina justru melemah 0,19% dan ringgit Malaysia turun 0,17%. Rupee India relatif stagnan.
Meski menjadi mata uang Asia dengan penguatan harian terbesar, rupiah masih mencatat pelemahan cukup dalam sepanjang 2026.
Sejak akhir 2025, rupiah telah melemah 5,12% dari Rp16.670 per dolar AS menjadi Rp17.570 per dolar AS.
Kinerja rupiah secara tahunan tersebut lebih buruk dibandingkan yen Jepang yang menguat 2,01%, dolar Singapura yang naik 1,67%, serta won Korea Selatan yang menguat 7,59%.
"Rupiah menguat 0,31% dan menjadi mata uang Asia dengan penguatan harian terbesar," demikian data perdagangan Reuters.
Baca Juga: Rupiah Berpotensi Menguat Rabu (9/9), Bayangan Harga Minyak Dunia Jadi Ancaman
Namun, penguatan harian tersebut belum cukup untuk menghapus tekanan rupiah sepanjang tahun berjalan.
Data Reuters menunjukkan sejumlah mata uang Asia masih mengalami tekanan terhadap dolar AS, dengan peso Filipina melemah 5,89%, rupee India turun 5,22%, dan baht Thailand terkoreksi 4,36% sejak akhir 2025.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News














