kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.546.000   -13.000   -0,51%
  • USD/IDR 18.158   -8,00   -0,04%
  • IDX 5.062   -35,78   -0,70%
  • KOMPAS100 652   -3,90   -0,59%
  • LQ45 516   0,55   0,11%
  • ISSI 170   -1,80   -1,05%
  • IDX30 290   0,95   0,33%
  • IDXHIDIV20 392   3,43   0,88%
  • IDX80 75   -0,31   -0,41%
  • IDXV30 109   1,71   1,59%
  • IDXQ30 98   0,23   0,23%

Pengamat: Dampak new normal ke pasar modal masih sulit diperkirakan


Selasa, 26 Mei 2020 / 13:27 WIB
ILUSTRASI. IHSG hadapi new normal


Reporter: Hikma Dirgantara | Editor: Anna Suci Perwitasari

Sementara Investment Specialist Sucorinvest Asset Management Toufan Yamin menilai, new normal telah mengubah pola hidup masyarakat menjadi cenderung konservatif atau “more saving, less spending”. 

Hal tersebut akhirnya membuat masyarakat mulai semakin terbuka akan pentingnya menyiapkan tabungan dan atau dana darurat untuk menghadapi masa sulit.

“Sehingga ini memberi dampak positif ke pasar modal terlihat dari meningkatnya SID total saham, reksadana, dan obligasi sebanyak 2.679.039 per akhir Maret 2020, meningkat 1,84% sejak awal 2020. Selain itu kami juga memantau adanya peningkatan aktivitas transaksi saham investor ritel dalam dua bulan terakhir ini,” jelas dia.

Baca Juga: Mau mulai investasi saat pandemi, perhatikan empat syarat berikut

Sementara dari emiten bursa, Toufan bilang, setiap sektor memiliki tantangan tersendiri menghadapi new normal ini. Menurutnya, sektor-sektor yang memenuhi kebutuhan dasar masyarakat akan menjadi yang paling resilien di awal new normal ini.

“Emiten-emiten dari sektor barang konsumsi dan infrastruktur telekomunikasi adalah kelompok yang sahamnya menarik untuk dikoleksi di tengah situasi new normal ini,” pungkas Toufan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
The Owner's Number Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

[X]
×