kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.640.000   15.000   0,57%
  • USD/IDR 18.013   50,00   0,28%
  • IDX 5.745   49,44   0,87%
  • KOMPAS100 744   8,79   1,19%
  • LQ45 565   8,75   1,57%
  • ISSI 199   0,85   0,43%
  • IDX30 321   4,92   1,56%
  • IDXHIDIV20 395   5,89   1,52%
  • IDX80 85   1,16   1,39%
  • IDXV30 107   1,21   1,14%
  • IDXQ30 103   1,26   1,24%

Harga Minyak Dunia Jatuh ke Level Terendah Empat Bulan


Kamis, 02 Juli 2026 / 21:03 WIB
Harga Minyak Dunia Jatuh ke Level Terendah Empat Bulan
ILUSTRASI. GLOBAL-OIL/EXPORTS (REUTERS/Eli Hartman)


Sumber: Reuters | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Harga minyak dunia turun ke level terendah dalam empat bulan pada perdagangan Kamis (2/7/2026), seiring meredanya kekhawatiran pasar terhadap gangguan pasokan setelah Amerika Serikat (AS) dan Iran mencatat kemajuan dalam pembicaraan mengenai keamanan Selat Hormuz.

Harga minyak Brent melemah 1,3% menjadi US$ 70,66 per barel, sedangkan West Texas Intermediate (WTI) turun 1,5% ke US$ 67,54 per barel. Keduanya berada di posisi terendah sejak akhir Februari 2026.

Qatar menyatakan pembicaraan AS dan Iran di Doha menghasilkan kemajuan dalam pelaksanaan nota kesepahaman yang mengakhiri konflik pada Juni lalu. 

Namun, kedua negara belum mencapai kesepakatan menuju perdamaian jangka panjang. Pertemuan lanjutan dijadwalkan berlangsung setelah 9 Juli.

Baca Juga: Prospek Pasokan Global Membaik, Harga Minyak Dunia Dekati Level Terendah Empat Bulan

Meredanya ketegangan membuat pasar semakin yakin pasokan minyak melalui Selat Hormuz tetap aman. 

Apalagi, sedikitnya lima kapal tanker yang mengangkut sekitar 10 juta barel minyak Arab Saudi telah melintasi jalur tersebut, sementara Saudi Aramco mempercepat penjualan ke Asia melalui skema harga spot.

Analis Komoditas SEB, Bjarne Schieldrop, menilai harga minyak tertekan karena pasokan dari Selat Hormuz tetap lancar, pelepasan cadangan strategis masih berlangsung, dan permintaan minyak dari China belum pulih sepenuhnya. 

Meski begitu, ia melihat harga masih berpeluang pulih ketika pasar kembali seimbang.

Dari AS, Energy Information Administration (EIA) melaporkan stok minyak mentah pekan lalu turun ke level terendah sejak 2018, didorong meningkatnya aktivitas kilang. Persediaan bensin juga ikut menyusut.

Baca Juga: Harga Minyak Bertahan di Level Tertinggi Multi-Bulan Jumat (30/1), Brent ke US$70,5

Di tengah perubahan kondisi pasar, UBS memangkas proyeksi harga Brent menjadi US$ 80 per barel untuk kuartal III dan IV 2026, serta US$ 75 per barel pada 2027. Sementara HSBC memperkirakan harga Brent berpotensi kembali ke kisaran US$ 80 per barel setelah kelebihan pasokan jangka pendek mereda.

Di sisi lain, Nigeria resmi menjadi anggota asosiasi International Energy Agency (IEA), menjadi negara OPEC pertama yang bergabung. 

Sementara itu, militer Ukraina mengklaim telah menyerang kilang minyak Lukoil di wilayah Nizhny Novgorod, Rusia.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×