Reporter: Rashif Usman | Editor: Anna Suci Perwitasari
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diproyeksi berbalik arah dan mengalami koreksi terbatas pada perdagangan hari ini (3/7/2026).
Sekedar mengingatkan, IHSG ditutup menguat 0,87% atau naik 49,44 poin ke posisi 5.744,55 pada perdagangan Kamis (2/7/2026).
Analis MNC Sekuritas Herditya Wicaksana mengatakan, IHSG masih berpotensi mengalami koreksi terbatas. Ia memproyeksikan level support indeks berada di 5.722, sedangkan level resistance berada di 5.796.
Dari sisi sentimen, pelaku pasar akan mencermati rilis data Non-Farm Payrolls (NFP) Amerika Serikat pada Kamis (2/7/2026) dan mengamati arah kebijakan suku bunga Federal Reserve (The Fed) ke depan.
Baca Juga: Wall Street: Dow Melonjak ke Rekor Penutupan Tertinggi, Nasdaq Terseret Saham Chip
Hal senada diungkap Head of Research and Education Phintraco Sekuritas Valdy Kurniawan. Pasar akan menantikan rilis data NFP AS pada bulan Juni 2026 dan diperkirakan menunjukkan penambahan tenaga kerja sebanyak 110.000, melambat dibandingkan realisasi bulan sebelumnya sebesar 172.000.
Kondisi ini mengindikasikan bahwa pasar tenaga kerja AS mulai melambat seiring tingginya suku bunga yang masih membatasi aktivitas ekonomi.
Dari sisi teknikal, penguatan IHSG tertahan MA5 di kisaran level 5.760. Sementara indikator MACD menunjukkan penguatan histogram positif diiringi potensi Death Cross pada Stochastic RSI di oversold area.
"Oleh karenanya IHSG berpeluang konsolidasi di rentang level 5.700-5.800 pada perdagangan Jumat (3/7)," tulis Valdy dalam risetnya, Kamis (2/7/2026).
Dari sisi rekomendasi saham, Herditya menyarankan investor untuk dapat mencermati saham PT Alamtri Minerals Indonesia Tbk (ADMR) di target harga Rp 1.495-Rp 1.595, PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS) pada level target harga Rp 600-Rp 725 dan PT Raharja Energi Cepu Tbk (RATU) di posisi Rp 5.850-Rp 6.175 per saham.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News














