kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45736,73   34,31   4.88%
  • EMAS931.000 -0,32%
  • RD.SAHAM -0.69%
  • RD.CAMPURAN -0.34%
  • RD.PENDAPATAN TETAP -0.01%

Penerbitan global bond makin ramai, investor perlu lebih selektif


Rabu, 06 November 2019 / 08:30 WIB
Penerbitan global bond makin ramai, investor perlu lebih selektif

Reporter: Intan Nirmala Sari | Editor: Wahyu Rahmawati

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pasar obligasi global atau global bond diprediksi bakal ramai diserbu perusahaan di akhir tahun. Untuk itu, investor disarankan untuk bisa lebih selektif dalam memilah produk mana yang bakal menjadi pilihan dan prospek menarik. 

Perusahaan-perusahaan yang dikabarkan bakal merilis global bond di sisa tahun ini di antaranya, Perusahaan Listrik Negara (PLN), PT Tower Bersama Infrastructure Tbk (TBIG) dan juga Adaro Indonesia. 

Kabarnya, PLN bakal menerbitkan global bond sebanyak Rp 21 triliun di akhir 2019. Dana tersebut, rencananya bakal digunakan untuk belanja modal atau capital expenditure (capex). Selanjutnya, TBIG juga berencana menerbitkan global bond berdenominasi dolar AS senilai US$ 650 juta atau sekitar Rp 9,1 triliun. Ada juga Adaro Indonesia yang bakal menerbitkan global bond US$ 750 juta atau setara sekitar Rp 10,51 triliun (kurs Rp 14.000 per dolar AS).

Baca Juga: Rupiah tembus di bawah Rp 14.000 dan masih berpotensi menguat lagi

Associate Director Fixed Income Anugerah Sekuritas Indonesia Ramdhan Ario Maruto mengungkapkan bahwa posisi rate atau kupon saat ini, menjadi waktu yang tepat bagi emiten untuk menerbitkan global bond. Apalagi, biaya dana atau cost of fund cenderung rendah. 

"Dari sisi investor, mereka juga butuh instrumen-instrumen yang menarik dari sisi bunga dan risiko yang terkendali," kata Ramdhan, Selasa (5/11). 

Dengan begitu, Ramdhan meyakini bahwa penerbitan global bond di sisa waktu kurang dari dua bulan tersebut bakal ramai. Apalagi, untuk penerbit-penerbit yang sudah terlihat rekam jejaknya. 

Baca Juga: Harga SUN terus naik, penawaran lelang mencapai Rp 68 triliun

Untuk itu, investor disarankan untuk lebih selektif dalam memilih global bond. Di samping itu, investor perlu juga untuk mempertimbangkan rating dan melihat track record dari global bond yang dirilis perusahaan.

Adapun risiko yang masih akan menghantui prospek global bond ke depan yakni risiko perubahan tren suku bunga. Namun, seiring masih maraknya minat investor asing maupun lokal di pasar surat utang negara (SUN) Tanah Air, Ramdhan optimistis prospek global bond masih akan menarik ke depan. 

"Pastinya investor akan menjadi instrumen yang menarik, dan global bond kita akan menjadi daya tarik. Apalagi kupon korporasi kita juga menarik secara rata-rata," tandasnya. 




TERBARU

Close [X]
×