kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.700.000   20.000   0,75%
  • USD/IDR 17.901   19,00   0,11%
  • IDX 6.359   -15,11   -0,24%
  • KOMPAS100 833   -3,05   -0,36%
  • LQ45 631   -2,35   -0,37%
  • ISSI 220   -0,12   -0,05%
  • IDX30 353   -1,60   -0,45%
  • IDXHIDIV20 429   -0,91   -0,21%
  • IDX80 95   -0,33   -0,34%
  • IDXV30 118   0,01   0,01%
  • IDXQ30 112   -0,37   -0,33%

Pendapatan XLSmart (EXCL) Semester I-2026 Tumbuh 25,7%, Cek Rekomendasi Analis


Kamis, 13 Agustus 2026 / 07:05 WIB
Pendapatan XLSmart (EXCL) Semester I-2026 Tumbuh 25,7%, Cek Rekomendasi Analis
ILUSTRASI. Kinerja XLSMART (KONTAN/Carolus Agus Waluyo)


Reporter: Rashif Usman | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT XLSmart Telecom Sejahtera Tbk (EXCL) mulai menunjukkan perbaikan kinerja setelah merger XL Axiata dan Smartfren.

Meski masih mencatat rugi bersih Rp 994,15 miliar pada semester I-2026, kerugian tersebut menyusut dari Rp 1,22 triliun pada periode yang sama tahun lalu.

Perbaikan ini terjadi di tengah pertumbuhan pendapatan yang cukup kuat. EXCL membukukan pendapatan Rp 23,99 triliun, naik 25,7% secara tahunan dari Rp 19,09 triliun pada semester I-2025.

Baca Juga: Kinerja Siloam Moncer di Semester I-2026, Cek Prospek dan Rekomendasi Saham SILO

Pertumbuhan pendapatan juga mulai memperbaiki profitabilitas operasional. EBITDA yang dinormalisasi meningkat 19% yoy menjadi Rp 11,05 triliun dengan margin 46%.

Sementara itu, laba bersih yang dinormalisasi melonjak 294% yoy menjadi Rp 2,73 triliun.

Presiden Direktur & CEO XLSmart, Rajeev Sethi, mengatakan, perseroan kini memasuki fase optimalisasi setelah melewati proses integrasi yang intensif.

"Pertumbuhan pendapatan berkelanjutan ditopang konsumsi data yang sehat dan ARPU yang terus menguat," kata Rajeev, Rabu (12/8/2026).

Blended average revenue per user (ARPU) naik menjadi Rp 47.100 pada semester I-2026 dari Rp 38.200 setahun sebelumnya. Kenaikan ini mencerminkan strategi harga yang lebih disiplin serta optimalisasi portofolio pelanggan.

Baca Juga: Laba Unilever (UNVR) Diproyeksi Tumbuh Positif di 2026, Cek Rekomendasi Analis

Di sisi penggunaan layanan, trafik data meningkat 19% yoy menjadi 7.934 petabytes. Pertumbuhan tersebut didorong meningkatnya konsumsi layanan digital, mulai dari streaming, mobile gaming hingga layanan berbasis cloud.

Dari sisi integrasi jaringan, sekitar 92% site telah terintegrasi ke jaringan XLSmart hingga akhir Juni 2026. Perseroan juga telah membongkar sekitar 15.000 site duplikasi atau redundant sites. Langkah ini diharapkan menekan biaya operasional berulang.

Namun, beban integrasi dan depresiasi masih menjadi tantangan. EXCL juga mencatat kerugian selisih kurs bersih Rp 45,21 miliar, berbalik dari keuntungan Rp 5,43 miliar pada semester I-2025.

Untuk menopang integrasi jaringan dan ekspansi 5G, EXCL mengalokasikan capitalized capex Rp 10,27 triliun sepanjang semester I-2026.

Kepala Riset Korea Investment & Sekuritas Indonesia (KISI) Muhammad Wafi menilai pertumbuhan pendapatan EXCL sejauh ini lebih banyak berasal dari konsolidasi merger dengan Tri dibandingkan pertumbuhan organik.

"Revenue scale up dari merger mulai mengimbangi sebagian biaya integrasi," ujar Wafi.

Menurut dia, menyusutnya kerugian menunjukkan operating leverage EXCL mulai membaik. Kondisi ini lazim terjadi setelah merger di industri telekomunikasi, ketika pertumbuhan pendapatan hasil konsolidasi biasanya lebih cepat terlihat, sedangkan efisiensi biaya membutuhkan waktu lebih panjang.

Baca Juga: Laba Kalbe Farma (KLBF) Turun Tipis di Semester I-2026, Cek Rekomendasi Sahamnya

Jika tren penyusutan kerugian terus berlanjut, Wafi melihat peluang EXCL mencapai titik impas dalam beberapa kuartal mendatang.

Analis sekaligus Branch Manager Panin Sekuritas Pondok Indah Elandry Pratama juga melihat prospek EXCL lebih positif pada semester II-2026. Integrasi jaringan yang berjalan sesuai rencana berpotensi meningkatkan sinergi biaya, skala bisnis, EBITDA, dan margin.

"Tantangannya tetap pada besarnya beban depresiasi serta kebutuhan capex. Katalis utama EXCL adalah realisasi sinergi merger dan perbaikan cash flow," kata Elandry.

Baca Juga: Laba Siloam Melonjak 27,9% pada Semester I-2026, Simak Rekomendasi Analis

Dengan perbaikan operasional tersebut, konsensus analis saat ini merekomendasikan buy saham EXCL dengan target harga Rp 3.335 per saham.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Effective Warehouse Management

[X]
×