kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.680.000   -30.000   -1,11%
  • USD/IDR 17.882   6,00   0,03%
  • IDX 6.374   105,97   1,69%
  • KOMPAS100 836   13,50   1,64%
  • LQ45 634   8,05   1,29%
  • ISSI 220   3,58   1,65%
  • IDX30 354   2,96   0,84%
  • IDXHIDIV20 429   0,94   0,22%
  • IDX80 95   1,52   1,62%
  • IDXV30 118   0,42   0,35%
  • IDXQ30 112   0,52   0,46%

Harga Emas Tembus Level Tertinggi, Pasar Pangkas Ekspektasi Kenaikan Bunga The Fed


Kamis, 13 Agustus 2026 / 05:12 WIB
Harga Emas Tembus Level Tertinggi, Pasar Pangkas Ekspektasi Kenaikan Bunga The Fed
ILUSTRASI. Emas batangan. Harga emas menembus level tertinggi dua bulan setelah inflasi AS sesuai ekspektasi. Pasar kini memangkas taruhan kenaikan bunga The Fed. (Sven Simon/IMAGO via REUTERS)


Sumber: Reuters | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID - NEW YORK. Harga emas menguat ke level tertinggi dalam lebih dari dua bulan pada Rabu (12/8/2026), setelah data inflasi Amerika Serikat (AS) sesuai ekspektasi pasar.

Kondisi ini memperkuat harapan bahwa Federal Reserve (The Fed) tidak akan menaikkan suku bunga pada September.

Mengutip Reuters, harga emas spot naik 0,9% menjadi US$ 4.406,64 per ons troi pada pukul 13.30 waktu AS.

Harga emas bahkan sempat menanjak lebih dari 1% ke US$ 4.467,50 per ons troi, level tertinggi sejak 5 Juni. Posisi emas juga berhasil menembus rata-rata pergerakan 100 hari yang berada di US$ 4.387,22.

Baca Juga: Harga Emas Turun Tertekan Dolar AS, Pasar Menanti Keputusan Suku Bunga The Fed

Sementara itu, kontrak berjangka emas AS ditutup naik 0,6% menjadi US$ 4.467,50 per ons troi.

Penguatan emas terjadi setelah inflasi konsumen AS pada Juli hanya naik 0,1% secara bulanan, sesuai dengan perkiraan pasar.

Angka tersebut lebih tinggi dibandingkan penurunan 0,4% pada Juni, tetapi belum cukup kuat untuk meningkatkan tekanan terhadap The Fed agar menaikkan suku bunga.

Analis Marex Edward Meir mengatakan data inflasi tersebut menjadi katalis positif bagi emas, ditambah pelemahan dolar AS dan faktor teknikal.

"Data CPI cukup mendukung emas karena sesuai ekspektasi, ditambah dolar yang melemah," kata Meir.

Pasar kini memperkirakan peluang kenaikan suku bunga The Fed pada September sekitar 40%, turun dari 46% sebelum data inflasi AS dirilis.

Baca Juga: Harga Emas Tembus Level Tertinggi dalam 2 Bulan, Pasar Menanti Data Inflasi AS

Sebelumnya, The Fed pada 29 Juli mempertahankan suku bunga acuan di kisaran 3,50%-3,75%, meski tiga dari 12 anggota pemungutan suara memilih kenaikan suku bunga.

Ekspektasi suku bunga menjadi salah satu penentu utama pergerakan emas. Suku bunga yang lebih tinggi cenderung menekan daya tarik emas karena aset ini tidak memberikan imbal hasil.

Pelaku pasar selanjutnya akan mencermati data Producer Price Index (PPI) AS yang dijadwalkan terbit Kamis (13/8). Data tersebut akan menjadi indikator tambahan bagi pasar dalam membaca arah kebijakan The Fed.

Di sisi lain, ketegangan geopolitik kembali menjadi faktor yang perlu diperhatikan. AS dan kelompok Houthi yang bersekutu dengan Iran melaporkan serangan terpisah terhadap pelayaran pada Selasa. Situasi tersebut membuat prospek berakhirnya konflik Iran kembali meredup.

Jika konflik kembali memanas, harga minyak berpotensi naik mendekati US$100 per barel. Kenaikan harga minyak dapat mendorong inflasi dan kembali meningkatkan ekspektasi kenaikan suku bunga, yang berpotensi menahan laju emas.

Baca Juga: Harga Emas Turun, Kekhwatiran Inflasi Menekan Prospek Penurunan Suku Bunga The Fed

Di pasar logam mulia lainnya, harga perak spot naik 1,3% menjadi US$65,49 per ons troi setelah sempat menyentuh level tertinggi sejak 22 Juni. Platinum naik 0,9% menjadi US$1.759,50 per ons troi, sedangkan palladium menguat 0,5% menjadi US$1.367,23 per ons troi.

Teaser: Harga emas menembus level tertinggi dua bulan setelah inflasi AS sesuai ekspektasi. Pasar kini memangkas taruhan kenaikan bunga The Fed.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Effective Warehouse Management

[X]
×