kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45941,29   5,94   0.64%
  • EMAS1.321.000 0,00%
  • RD.SAHAM 0.05%
  • RD.CAMPURAN 0.03%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.00%

Pelayaran Kurnia (KLAS) Siapkan Capex Rp 184,18 Miliar di 2024, Ini Penggunaannya


Senin, 15 Januari 2024 / 08:51 WIB
Pelayaran Kurnia (KLAS) Siapkan Capex Rp 184,18 Miliar di 2024, Ini Penggunaannya
ILUSTRASI. PT Pelayaran Kurnia Lautan Semesta Tbk (KLAS) menyiapkan capex senilai Rp 184,18 miliar tahun ini.


Reporter: Akhmad Suryahadi | Editor: Herlina Kartika Dewi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Pelayaran Kurnia Lautan Semesta Tbk (KLAS) menaikkan alokasi belanja modal atau capital expenditure (capex) tahun ini.

Direktur Utama PT Pelayaran Kurnia Lautan Semesta Tbk Kurnyatjan Sakti Efendie mengatakan, KLAS menyiapkan capex senilai Rp 184,18 miliar tahun ini. 

Sebanyak Rp 48,9 miliar akan menggunakan dana hasil initial public offering (IPO). Sementara sebanyak Rp 135,28 miliar berasal dari pendanaan pihak ketiga (bank).

Anggaran capex tersebut akan digunakan untuk sejumlah agenda bisnis tahun ini, di antaranya pembelian aset tug boat sebanyak 4 unit dan kapal tongkang sebanyak 4 unit. Capex juga akan digunakan untuk menyelesaikan sarana dan prasarana pemurnian pasir milik anak usaha KLAS, yakni PT Karya Cipta Lahanindo.

Baca Juga: IPO Pelayaran Kurnia Lautan Semesta (KLAS) Oversubscribe 37,3 Kali

Sebagai perbandingan, sepanjang 2023, emiten pelayaran ini menyerap capex Rp 48,9 miliar. Capex tahun lalu digunakan oleh anak usaha KLAS yakni PT Karya Cipta Lahanindo.

“Kenaikan belanja modal tahun ini merupakan upaya kami meningkatkan performa bisnis, sehingga akan berdampak pada kenaikan pendapatan tahun ini,” terang Kurnia dalam siaran pers, Senin (15/1).

Adapun kinerja KLAS per akhir periode September 2023 masih bertumbuh, yang tercermin dari kenaikan laba bersih. KLAS membukukan laba bersih Rp 23.44 miliar. Realisasi ini tumbuh 2,65% dari capaian laba bersih di periode yang sama tahun lalu yang sebesar Rp 22,83 miliar.

Pada periode sembilan bulan pertama 2023, KLAS membukukan pendapatan Rp 119,15 miliar. Kurnia mengatakan, pendorong pendapatan KLAS pada periode ini adalah naiknya pendapatan dari pihak berelasi. 

Pendapatan jasa perkapalan tercatat sebesar Rp 30,08 miliar atau melesat 208,81% dari pendapatan jasa perkapalan di periode akhir kuartal III-2022 yang hanya Rp 9,74 miliar. Pendapatan sewa kepada pihak berelasi juga melonjak 364,78% menjadi Rp 6,60 miliar dari sebelumnya hanya Rp 1,42 miliar.

KLAS juga membukukan kenaikan pendapatan dari pihak ketiga, diantaranya pendapatan jasa perkapalan yang naik 1,88% menjadi Rp 35,64 miliar. Pendapatan segmen kaca dari pihak ketiga juga naik 12,96% menjadi Rp 44,93 miliar dari sebelumnya Rp 39,92 miliar

“Di tengah kondisi global yang masih menantang, kami berhasil membukukan pertumbuhan laba bersih. Selain didorong oleh pendapatan, laba bersih ini juga tercipta berkat efisiensi kami di berbagai lini,” kata Kurnia.

Bersamaan, KLAS berhasil juga menekan sejumlah bebannya. KLAS berhasil menekan beban pokok penjualan dan beban langsung sebesar 19,13% menjadi Rp 70,7 miliar dari sebelumnya mencapai Rp 87,43 miliar di periode yang sama tahun lalu. KLAS juga menekan beban umum dan administrasi sebesar 10,72% dari 19 miliar menjadi Rp 16,99 miliar.

Baca Juga: BEI: Ada 40 Emiten Baru dan 43 Perusahaan Antre IPO

Ke depan, Kurnia menyebut KLAS akan terus mencari peluang dan pelanggan baru sambil terus melakukan efisiensi. Saat ini KLAS melayani pengangkutan barang komoditas seperti pasir kuarsa, nikel dan sebagainya.

Dia meyakini kinerja KLAS akan berada di jalur positif. Sebagai negara kepulauan terbesar di dunia, potensi sektor transportasi wilayah laut Indonesia sangat besar. Tidak hanya berfungsi untuk menghubungkan seluruh kepulauannya, namun juga melayani angkutan laut/logistik internasional yang melintasi alur laut kepulauan Indonesia (ALKI).

Terlebih, dana hasil initial public offering (IPO) akan digunakan seluruhnya oleh KLAS untuk memperkuat kinerja ke depanKLAS berhasil mengantongi dana segar senilai Rp 78,84 miliar dari IPO. Sekitar 70,74% dana IPO digunakan untuk pembelian 4 set kapal tunda (tugboat) dan tongkang (barge). Kemudian, sebesar 14,65% akan digunakan untuk penyetoran modal kepada anak usaha KLAS, yakni PT Karya Cipta Lahanindo (KCL).

Lalu, sekitar 11,99% untuk pembelian mesin cuci pasir dan pemurnian dan sekitar 2,66% dari dana IPO digunakan KCL dari penyertaan modal oleh Perseroan untuk melakukan renovasi jetty dan infrastruktur.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×